Pasuruan (WartaBromo.com) – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Pasuruan sejak Sabtu (17/1/2026) tak hanya menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, tetapi juga berdampak besar terhadap kehidupan ribuan warga.
Sedikitnya 10 desa di tiga kecamatan terendam, dengan total 2.211 kepala keluarga (KK) terdampak langsung.
Genangan air merendam permukiman, memutus aktivitas warga, serta menyisakan lumpur di dalam rumah dan fasilitas umum. Banyak warga terpaksa menghentikan aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, bersekolah, hingga kegiatan ekonomi, karena akses jalan tergenang dan rumah belum bisa ditempati secara normal.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan berdasarkan update pada Minggu (18/1/2026) pukul 07.00 WIB, banjir melanda Kecamatan Nguling, Winongan, dan Grati. Meski sebagian titik mulai surut, dampak pascabanjir masih terasa di banyak lokasi.
“Di Kecamatan Nguling terdapat 1.361 KK di tiga desa dan sembilan dusun yang terdampak banjir. Saat ini genangan di Nguling sudah surut semua,” ujar Sugeng.
Namun, surutnya air bukan berarti persoalan selesai. Warga kini dihadapkan pada pekerjaan berat membersihkan lumpur, perabot rumah tangga yang rusak, serta risiko penyakit pascabanjir.
Sementara itu, di Kecamatan Winongan tercatat sebanyak 675 KK di empat desa dan 13 dusun terdampak banjir.
“Ketinggian air di Winongan mulai dari 5 hingga 40 sentimeter. Beberapa lokasi memang sudah surut, tapi sebagian masih menyisakan genangan,” tambahnya.
Di Kecamatan Grati, banjir berdampak pada 175 KK di tiga desa dan enam dusun, dengan ketinggian air berkisar antara 10 hingga 50 sentimeter. Genangan ini menyebabkan aktivitas warga terganggu, termasuk akses menuju sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya.
“Hingga saat ini BPBD masih melakukan assessment dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta desa untuk membantu warga membersihkan sisa-sisa banjir,” pungkas Sugeng.
Selain kerusakan rumah dan perabotan, banjir juga dikhawatirkan berdampak pada kesehatan warga, terutama anak-anak dan lansia. Lumpur dan air kotor yang tertinggal berpotensi memicu penyakit kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
BPBD mengimbau warga tetap waspada terhadap kemungkinan hujan susulan serta segera melapor jika terjadi genangan kembali atau muncul kondisi darurat di lingkungan masing-masing. (fir/red)





















