Probolinggo (WartaBromo.com) – Pemerintah Kota Probolinggo resmi mengoperasikan Perseroda Bahari Tanjung Tembaga (BTT) sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) baru yang akan fokus pada jasa transportasi logistik dan utilitas pelabuhan. Pengesahan rencana kerja perusahaan dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun 2026, Senin (19/1/2026).
RUPS yang berlangsung di Puri Manggala Bhakti tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, didampingi Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari dan Penjabat Sekretaris Daerah dr. Rey Suwigtyo.
Turut hadir Komisaris Perseroda BTT Agus Effendi, Direktur Perseroda BTT Noviyadi, serta Direktur Perumda Bayuangga Indra Sovia Jalal.
Direktur Perseroda Bahari Tanjung Tembaga, Noviyadi, memaparkan arah bisnis perusahaan untuk tahun pertama operasional.
Ia menyebutkan bahwa Perseroda BTT diproyeksikan menjadi entitas bisnis daerah yang mendukung ekosistem pelabuhan dan memperkuat rantai logistik di Kota Probolinggo.
“Fokus awal 2026 diarahkan pada penataan organisasi, pemenuhan legalitas, penyusunan SOP, serta perencanaan usaha yang terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.
Salah satu lini usaha prioritas yang akan dijalankan adalah penyewaan armada truk angkutan logistik di kawasan pelabuhan. Pengadaan armada akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kemampuan permodalan dan kebutuhan operasional di lapangan.
Selain itu, Perseroda BTT juga menyiapkan pengembangan usaha pendukung kepelabuhanan, seperti pengelolaan air bersih dan es, guna menunjang aktivitas bongkar muat dan logistik.
Dari sisi tata kelola, Perseroda Bahari Tanjung Tembaga mengusung visi menjadi BUMD yang profesional dan berdaya saing, dengan penerapan prinsip good corporate governance serta orientasi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Wali Kota Probolinggo Aminuddin menegaskan bahwa pembentukan Perseroda BTT merupakan bagian dari strategi jangka menengah Pemkot untuk memperkuat basis ekonomi daerah, khususnya di sektor maritim dan pelabuhan.
“BUMD ini diharapkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Proyeksi bisnis yang disampaikan menunjukkan potensi keuntungan yang sehat, sehingga kontribusi terhadap PAD bisa signifikan dalam jangka menengah,” kata Aminuddin.
Ia juga meminta jajaran direksi dan komisaris untuk segera menangkap peluang bisnis di kawasan pelabuhan serta membangun kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk BUMN, swasta, dan pelaku usaha logistik.
RUPS turut membahas pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026. Sejumlah masukan strategis disampaikan pemegang saham, antara lain terkait pengembangan jasa logistik lintas daerah, efisiensi pengelolaan armada, serta potensi diversifikasi usaha utilitas pelabuhan.
Dengan disahkannya RKAP tersebut, Perseroda Bahari Tanjung Tembaga resmi memasuki tahap operasional awal.
Kegiatan RUPS ditutup dengan penandatanganan Pakta Integritas, Pernyataan Kesanggupan Tugas, serta penyerahan dokumen pendirian perusahaan sebagai dasar pelaksanaan usaha secara transparan dan akuntabel. (saw)





















