Bukan Sembarangan, Ini Jawaban Kenapa Baju Tahanan Berwarna Oranye

12

Pasuruan (WartaBromo.com) – Penggunaan baju tahanan berwarna oranye kerap menarik perhatian publik, terutama saat pelaku kejahatan dihadirkan dalam konferensi pers atau sidang pengadilan. Warna mencolok tersebut bukan dipilih tanpa alasan.

Di baliknya, terdapat sejarah panjang, filosofi penegakan hukum, hingga regulasi resmi yang mengaturnya. Secara historis, seragam tahanan pertama kali diperkenalkan pada abad ke-19 di Auburn Prison, New York, Amerika Serikat.

Saat itu, baju tahanan menggunakan motif hitam-putih bergaris. Pola tersebut melambangkan jeruji besi penjara dan secara psikologis dirancang untuk menimbulkan rasa malu bagi para tahanan atas pelanggaran hukum yang mereka lakukan.

Konsep ini kemudian menjadi rujukan bagi sistem pemasyarakatan di berbagai negara. Seiring perkembangan zaman, warna seragam tahanan mengalami perubahan. Warna oranye mulai digunakan karena dinilai lebih efektif secara visual.

Oranye adalah warna terang yang mudah dikenali, baik oleh petugas keamanan maupun masyarakat. Selain itu, warna ini juga meminimalkan risiko pelarian karena mudah terlihat di ruang terbuka.

Di Indonesia, penggunaan baju tahanan oranye memiliki dasar hukum yang jelas. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 8 Tahun 2024.

Dalam aturan tersebut, warna oranye digunakan sebagai pakaian sehari-hari tahanan, baik saat berada di penjara, pengadilan, maupun ketika ditampilkan dalam konferensi pers oleh aparat penegak hukum.

Seragam tahanan di Indonesia umumnya berbentuk rompi atau kaos. Meski oranye menjadi warna yang paling umum, terdapat pula warna lain seperti merah, pink, dan biru. Perbedaan warna ini bukan sekadar variasi, melainkan memiliki fungsi administratif dan simbolik.

Warna-warna tersebut biasanya digunakan untuk membedakan kategori atau jenis kejahatan yang dilakukan oleh tahanan. Dengan sistem ini, petugas dapat dengan cepat mengidentifikasi status dan klasifikasi narapidana, sekaligus mempermudah pengawasan di lingkungan pemasyarakatan.

Dengan demikian, baju tahanan berwarna oranye bukan hanya simbol hukum, tetapi juga bagian dari sistem keamanan, penegakan disiplin, dan transparansi proses hukum. Warna ini menjadi penanda visual bahwa seseorang sedang menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. (jun)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.