Kecelakaan di Pleret Bukan Rem Blong, Polisi Sebut Sopir Truk Muat Pasir Mengantuk

60

Pohjentrek (WartaBromo.com) – Kepolisian mengungkap penyebab sementara kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Raya Pleret, Desa Pleret, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Jumat (30/1/2026) pagi. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, sopir dump truk bermuatan pasir diduga mengantuk hingga kehilangan kendali dan menabrak dua kendaraan yang terparkir di bahu jalan.

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 09.50 WIB dan melibatkan tiga kendaraan, yakni dump truck tronton Mitsubishi bernomor polisi S-8002-UU, minibus Toyota Avanza L-1568-MM, serta pikap Suzuki L-8017-MC yang digunakan untuk berjualan kelapa muda.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan Kota, Iptu Zulkifli, mengatakan dump truk yang dikemudikan Satriya Hanafi (21), warga Desa Porong, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, melaju dari arah selatan ke utara. Sesampainya di lokasi kejadian, pengemudi diduga mengantuk sehingga kendaraan keluar jalur ke kiri.

“Dump truk keluar jalur dan menabrak dua kendaraan yang sedang terparkir di bahu jalan sisi barat,” ujar Zulkifli.

Akibat kejadian tersebut, minibus Toyota Avanza yang dikemudikan Muhammad Sofyan Tsauri (36), warga Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, mengalami kerusakan parah di bagian bodi dan kaca. Muhammad Sofyan dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami sejumlah luka serius, di antaranya pendarahan di telinga dan hidung serta memar di beberapa bagian tubuh.

Sementara itu, penumpang minibus bernama Roy Febri Pratama (24), warga Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, mengalami luka robek di pelipis dan hidung serta lebam di dada dan paha, dan kini menjalani perawatan di RSUD dr. R. Soedarsono, Kota Pasuruan.

Dump truk juga menghantam pikap Suzuki L-8017-MC yang terparkir di lokasi yang sama. Penjual kelapa muda, Poliah (53), warga Desa Pleret, Kecamatan Pohjentrek, mengalami patah tulang pada pergelangan kaki kanan dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Sopir dump truk sendiri mengalami luka lecet dan robek di bagian tangan, namun dalam kondisi sadar dan menjalani perawatan di RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan.

Dari data kepolisian, total korban dalam peristiwa tersebut berjumlah empat orang, dengan rincian satu orang meninggal dunia, satu orang luka berat, dan dua orang luka ringan. Kerugian material akibat kecelakaan ini ditaksir mencapai Rp26 juta.

“Faktor utama kecelakaan diduga karena pengemudi mengantuk. Untuk faktor kendaraan, kondisi jalan, maupun cuaca, tidak ditemukan adanya gangguan,” jelasnya.

Hingga kini, Satlantas Polres Pasuruan Kota masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan saksi-saksi, pengamanan barang bukti, serta melengkapi administrasi visum korban luka dan korban meninggal dunia. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.