Probolinggo (WartaBromo.com) – Pemerintah Kabupaten Probolinggo masih menemukan 18 transaksi anomali dalam belanja E-Katalog V6 sepanjang Januari 2026. Temuan ini mengindikasikan belum sepenuhnya tertibnya proses belanja barang dan jasa di lingkungan pemerintah daerah.
Data tersebut diungkap dalam rapat evaluasi belanja E-Katalog yang digelar Inspektorat Daerah Kabupaten Probolinggo, Senin (2/2/2026). Rapat berlangsung secara hibrid di ruang PRIC Mal Pelayanan Publik dan diikuti seluruh organisasi perangkat daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menyebut, meski jumlah anomali tidak besar, setiap transaksi bermasalah tetap berpotensi menimbulkan risiko tata kelola keuangan.
“Zero anomali bukan sekadar target administratif, tapi bentuk komitmen menjaga belanja tetap wajar dan akuntabel,” katanya dalam rapat tersebut.
Menurut dia, upaya menekan anomali transaksi harus dipahami sebagai bagian dari pencegahan korupsi sejak tahap perencanaan dan pelaksanaan belanja. Ia mengingatkan agar perangkat daerah tidak sekadar fokus pada pemenuhan administrasi.
“Pencegahan anomali itu mencegah praktik koruptif, bukan mencari cara menghilangkan jejak,” ujar Ugas.
Paparan hasil evaluasi disampaikan Inspektur Kabupaten Probolinggo Imron Rosyadi. Ia menjelaskan, 18 transaksi anomali masih tercatat dalam sistem belanja E-Katalog selama Januari.
“Jumlahnya memang relatif kecil, tetapi belum bisa disebut nol anomali,” kata Imron.
Ia meminta seluruh perangkat daerah mempelajari kembali jenis transaksi yang berpotensi menimbulkan anomali. Termasuk kesalahan pemilihan etalase, spesifikasi barang, maupun pola belanja yang tidak sesuai ketentuan.
Imron menegaskan, Inspektorat tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga membuka ruang pendampingan agar kesalahan serupa tidak terulang.
“Pencegahan jauh lebih penting daripada penindakan. Kami siap mendampingi perangkat daerah agar Februari nanti bisa mencapai zero anomali,” ujarnya.
Rapat evaluasi tersebut dipimpin Sekda Ugas Irwanto bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan M. Sjaiful Efendi serta Asisten Administrasi Umum dr. Anang Budi Yoelijanto.
Hadir pula kepala dinas, sekretaris DPRD, camat, direktur RSUD, kepala puskesmas, UKPBJ, serta Tim Monitoring dan Evaluasi Anomali Transaksi.
Pemkab Probolinggo menargetkan pembenahan menyeluruh sistem belanja E-Katalog pada Februari 2026, seiring komitmen daerah menjaga integritas pengelolaan keuangan publik. (saw)





















