Pasuruan (WartaBromo.com) – Pasuruan United harus menelan pil pahit pada laga perdana babak 8 besar Liga 4 Jawa Timur. Rekor tak terkalahkan Laskar Sakera akhirnya terhenti usai kalah tipis 0-1 dari tuan rumah Persinga Ngawi di Stadion R Soedrasono, Pogar, Bangil, Selasa (3/2/2026) sore.
Pertandingan yang digelar pukul 15.00 WIB itu berlangsung terbuka dan sarat jual beli serangan. Namun, satu gol M. Rayhan pada menit ke-65 babak kedua menjadi pembeda dan memastikan Persinga Ngawi mengamankan tiga poin.
Asisten Pelatih Pasuruan United, Siswanto, menilai laga berjalan sengit sejak awal. Kedua tim sama-sama tampil menyerang, namun Pasuruan United gagal memaksimalkan peluang yang didapat.
“Pertandingan tadi luar biasa, kedua tim saling menyerang dan bermain terbuka. Tapi kami kurang fokus, kebobolan, lalu konsentrasi menurun. Peluang di babak pertama dan kedua sebenarnya ada, tapi tidak bisa dimanfaatkan,” ujar Siswanto.
Meski kalah, Pasuruan United tetap optimistis menatap dua laga tersisa. Siswanto menegaskan, timnya tak punya pilihan selain menyapu bersih kemenangan demi membuka jalan ke putaran nasional.
“Untuk dua pertandingan ke depan, mau tidak mau kami wajib meraih dua kemenangan untuk menuju nasional. Di babak 8 besar ini semua tim merata, jadi tidak ada yang bisa diremehkan,” tegasnya.
Hal senada disampaikan CEO Pasuruan United, Suryono Pane. Ia menyebut kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting, terutama dalam penyelesaian akhir meski secara permainan timnya cukup dominan.
“Ini jadi evaluasi kami. Secara ball possession kami unggul, tapi penyelesaian akhir jadi catatan. Ini kekalahan pertama kami dan tentu jadi pembelajaran,” kata Suryono.
Secara statistik, Pasuruan United unggul dalam jumlah tendangan sudut dengan perbandingan 6-4 serta mencatat 24 tendangan bebas, jauh di atas Persinga Ngawi yang hanya memperoleh 10. Namun dominasi tersebut belum berbuah gol.
Suryono tetap yakin peluang Pasuruan United untuk lolos ke nasional masih terbuka lebar. Dua laga berikutnya melawan Persikoba Batu dan PS Mojokerto Putra menjadi target poin penuh.
“Peluang lolos nasional masih cukup besar. Kalau di Jatim kalah tidak masalah, tapi di nasional kami tidak boleh kalah lagi. Satu kali menang saja sudah bisa lolos nasional, bahkan kami masih bisa masuk semifinal,” pungkasnya.
Kekalahan dari Persinga Ngawi ini menjadi alarm bagi Pasuruan United. Dengan persaingan yang merata di babak 8 besar, fokus dan efektivitas penyelesaian akhir menjadi kunci agar langkah Laskar Santri Mbeling tetap melaju. (don)





















