Tongas (WartaBromo.com) — Memasuki hari kedua pencarian, upaya menemukan Arsya atau Ar (2), balita asal Desa Sumendi, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, yang diduga hanyut di Kali Bayeman, diperluas hingga ke wilayah hilir sungai. Tim SAR gabungan meningkatkan kekuatan personel dan jangkauan pencarian sejak Rabu (4/2/2026).
Pencarian melibatkan BPBD Kabupaten Probolinggo, TNI, Polri, relawan, serta dukungan tambahan dari Kantor SAR Jember dan Banyuwangi. Sejumlah organisasi kemasyarakatan, termasuk GP Ansor Tongas, juga turut membantu penyisiran di lapangan.
Penyisiran difokuskan pada titik-titik rawan, seperti tikungan sungai, tumpukan akar bambu, dan semak di sepanjang bantaran Kali Bayeman.
Metode pencarian dilakukan secara manual dengan menyusuri aliran sungai dari titik awal korban diduga jatuh.
“Debit air sudah mulai menurun dibandingkan kemarin, sehingga pencarian hari ini bisa dilakukan lebih maksimal,” kata Danpos Damkar Unit Tongas, Danang Purwanto, di lokasi pencarian.
Arsya dilaporkan hilang pada Selasa (3/2/2026) sore. Berdasarkan keterangan keluarga, korban terakhir kali terlihat berada di sekitar rumah saat ibunya masuk ke dalam rumah untuk mengambil sesuatu. Tidak lama berselang, korban diketahui sudah tidak berada di tempat.
Meski tidak ada saksi yang melihat langsung korban terjatuh ke sungai, temuan jejak kaki kecil yang mengarah ke tepi Kali Bayeman memperkuat dugaan bahwa korban hanyut terbawa arus.
Jarak rumah korban dengan bibir sungai diperkirakan hanya sekitar 50 meter. Saat kejadian, debit air sungai dilaporkan meningkat akibat hujan deras di wilayah hulu Pegunungan Tengger.
Perwakilan PAC GP Ansor Tongas, Ahmad, menyebut keterlibatan relawan dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah.
“Kami membantu menyisir sungai bersama warga dan tim SAR, terutama di area yang sulit dijangkau,” ujarnya.
Hingga Rabu siang, pencarian masih terus dilakukan dan belum membuahkan hasil. Tim SAR memastikan proses pencarian akan dilanjutkan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di tengah kondisi arus sungai yang masih berubah-ubah. (lai/saw)





















