Sebelum Terjadi Kebakaran Perahu di Pelabuhan Kota Pasuruan, Konflik Antar Nelayan Sudah Sempat Dimediasi

56

Pasuruan (WartaBromo.com) – Insiden pembakaran perahu nelayan di Pelabuhan Kota Pasuruan, Rabu (4/2/2026) malam, ternyata didahului konflik antar nelayan yang sebelumnya sempat dimediasi oleh aparat. Namun, meski mediasi telah dinyatakan selesai, pembakaran perahu tetap terjadi secara tiba-tiba.

Peristiwa tersebut berlangsung di kawasan Pelabuhan Kota Pasuruan, Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo. Api melahap sejumlah perahu nelayan yang sedang bersandar, memicu kepanikan warga sekitar.

Tokoh masyarakat setempat, Abdul Halim (52), membenarkan bahwa sebelum kejadian pembakaran, memang sempat terjadi persoalan antar nelayan terkait wilayah penangkapan ikan.

“Masalahnya itu selalu soal wilayah. Sebelumnya sudah ada mediasi dari Polairud dan sudah dinyatakan selesai,” kata Abdul Halim saat ditemui di lokasi.

Namun, ia mengaku heran karena setelah mediasi tersebut, justru muncul aksi pembakaran perahu yang membuat situasi kembali memanas.

“Sudah selesai dimediasi, tapi kok tiba-tiba ada pembakaran. Jumlah perahunya saya kurang tahu pasti, itu kejadiannya spontan. Yang jelas ada salah satu perahu yang dibakar,” ujarnya.

Dalam video amatir yang beredar di media sosial, terlihat kobaran api membakar beberapa perahu kayu di pelabuhan. Asap hitam membumbung tinggi ke udara, sementara warga berusaha menjauh karena khawatir api merembet ke perahu lain.

Sekitar pukul 20.00 WIB, dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Setelah berjibaku selama beberapa waktu, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan kebakaran.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian dan TNI masih melakukan pengamanan di sekitar pelabuhan. Polisi juga masih mendalami penyebab pasti kebakaran serta menelusuri pihak-pihak yang terlibat dalam konflik tersebut.

Belum ada keterangan resmi terkait jumlah perahu yang terbakar maupun total kerugian akibat insiden ini. Aparat mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, untuk menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya penanganan konflik kepada pihak berwenang. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.