Pasuruan (WartaBromo.com) – Konflik antar nelayan berujung aksi pembakaran perahu di kawasan Pelabuhan Kota Pasuruan, Rabu (4/2/2026) malam. Sedikitnya enam unit perahu nelayan terbakar dalam peristiwa tersebut. Selain kerugian materi, dua warga Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, dilaporkan mengalami luka bacok.
Peristiwa ini bermula dari perselisihan antar nelayan yang terjadi di perairan Katingan, Sidoarjo, sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, sebuah perahu nelayan yang menggunakan jaring trawl diduga beroperasi terlalu ke pinggir hingga memicu cekcok mulut dengan nelayan asal Dusun Kisik, Desa Kalirejo.
Situasi yang awalnya hanya adu mulut kemudian berkembang menjadi konflik terbuka. Sekitar pukul 19.00 WIB, massa melakukan pembakaran terhadap sejumlah perahu nelayan yang bersandar di Pelabuhan Kota Pasuruan, Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo.
Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaedi, menjelaskan bahwa konflik bermula dari perselisihan di laut yang tidak segera mereda hingga berlanjut ke darat.
“Awalnya terjadi cekcok antar nelayan di laut terkait penggunaan jaring trawl. Perselisihan tersebut kemudian berkembang hingga terjadi pembakaran perahu di kawasan pelabuhan,” ujar Junaedi, Kamis (5/2/2026).
Enam perahu yang terbakar masing-masing bernama Dewaruci, Air Laut, Tiara, Jaya Nyata, Al Qoyum, serta Mbois atau Kobas. Dua unit mobil pemadam kebakaran milik Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pasuruan diterjunkan ke lokasi sekitar pukul 20.00 WIB dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.20 WIB.
Dalam kejadian tersebut, dua warga Kalirejo menjadi korban luka bacok. Korban pertama, Moh. Toha (32), mengalami luka bacok di bagian perut dan kepala. Sementara korban kedua, Jefri Al Farisi (14), mengalami luka bacok pada lengan tangan. Keduanya langsung mendapatkan perawatan medis.
“Ada dua korban luka akibat senjata tajam dalam peristiwa ini. Saat ini korban sudah mendapatkan perawatan,” tambahnya.
Guna mencegah konflik meluas, aparat keamanan melakukan pengamanan ketat di sekitar lokasi kejadian. Polisi juga memasang garis polisi di area sandaran perahu yang terbakar serta menyiagakan personel gabungan, termasuk bantuan Brimob.
Hingga Kamis (5/2/2026), situasi di Pelabuhan Kota Pasuruan dilaporkan dalam kondisi kondusif. Meski demikian, aparat keamanan masih disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya konflik susulan. (don)





















