Rekomendasi Film yang Menelanjangi Kerja Pers, Sudah Pernah Nonton?

24

Pasuruan (WartaBromo.com) – Hari Pers Nasional (HPN) diperingati setiap 9 Februari. Bukan sekadar tanggal seremonial, Hari Pers Nasional 2026 yang jatuh pada Senin (9/2/2026) menjadi momen untuk mengkritisi tentang mengapa jurnalisme masih penting hari ini.

Di tengah banjir informasi, clickbait, dan hoaks yang berseliweran, pekerjaan wartawan justru makin berat. Jurnalisme tidak selalu tentang headline besar. Ia sering kali soal kerja sunyi, mengecek ulang data, menunggu narasumber mau bicara, hingga berhadapan dengan tekanan kekuasaan.

Gambaran itu terasa sangat nyata dalam sejumlah film tentang pers. Tiga film berikut bukan hanya menghibur, tetapi juga mengingatkan kembali makna integritas, keberanian, dan tanggung jawab pers:

1. Shattered Glass

Film Shattered Glass (2003) mengangkat kisah nyata Stephen Glass, jurnalis muda berbakat yang ternyata memalsukan puluhan laporan untuk The New Republic. Awalnya ia dipuja, tulisannya memikat, dan ceritanya selalu terdengar “terlalu bagus untuk dilewatkan”. Sampai akhirnya satu per satu kebohongan itu runtuh.

Film ini terasa sangat dekat dengan dunia redaksi. Bagaimana proses pengecekan fakta bekerja. Bagaimana seorang wartawan bisa memanipulasi editor. Dan yang paling menyakitkan: bagaimana kepercayaan publik bisa hancur hanya karena satu nama.

Di Hari Pers Nasional, Shattered Glass menjadi pengingat pahit bahwa kebebasan pers harus selalu berjalan beriringan dengan kejujuran. Tanpa integritas, pers kehilangan ruhnya.

2. All the President’s Men

Berbicara soal film jurnalistik, All the President’s Men (1976) adalah rujukan utama. Film ini menceritakan dua wartawan The Washington Post, Bob Woodward dan Carl Bernstein, yang membongkar skandal Watergate hingga menjatuhkan Presiden AS Richard Nixon.

Menariknya, film ini tidak menampilkan wartawan sebagai pahlawan super. Tidak ada kejar-kejaran mobil atau adegan dramatis berlebihan. Yang ada justru rutinitas melelahkan: telepon yang tak diangkat, pintu yang ditutup, dan narasumber yang takut bicara.

Di masanya, gagasan bahwa pers bisa menjatuhkan seorang presiden terasa nyaris mustahil. Tapi film ini menunjukkan satu hal penting: ketika pers bekerja jujur dan independen, kebenaran punya kekuatan besar.

3. Spotlight

Film Spotlight (2015) mungkin adalah gambaran paling jujur tentang kerja jurnalistik. Film ini mengikuti tim investigasi The Boston Globe yang membongkar praktik penutupan kasus pelecehan seksual anak oleh Gereja Katolik.

Tidak ada sensasi instan. Cerita besar ini justru dimulai dari rasa tidak nyaman, ada sesuatu yang terasa salah, tapi belum jelas apa. Para wartawan mengetuk pintu satu per satu, membaca dokumen lama, dan menghadapi penolakan berkali-kali.

Karakter-karakter dalam film ini tidak dibuat berlebihan. Mereka bekerja seperti wartawan pada umumnya: telaten, keras kepala, dan kadang lelah. Tapi justru dari situlah kekuatan Spotlight muncul. Film ini menegaskan bahwa berita besar lahir dari kesabaran dan keberanian. (Jun)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.