Tiga Perempuan Diduga Koordinator Aplikasi MBA Diamankan Polres Probolinggo

88

Pakuniran (WartaBromo.com) — Kepolisian Resor Probolinggo mengamankan tiga perempuan yang diduga berperan sebagai koordinator investasi berbasis aplikasi MBA, menyusul aksi massa warga di Kecamatan Pakuniran pada Senin (9/2/2026).

Langkah ini dilakukan setelah ratusan warga meluapkan kekecewaan akibat gagalnya pencairan bonus dan dana investasi yang dijanjikan aplikasi tersebut.

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif mengatakan, ketiga perempuan berinisial NH, SD, dan IS saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami peran masing-masing dalam operasional aplikasi investasi tersebut.

“Kami sedang melakukan pendalaman terhadap tiga orang yang diduga berperan sebagai koordinator wilayah aplikasi MBA,” ujar Wahyudin Latif.

Pengamanan dilakukan menyusul aksi spontan warga yang mendatangi rumah NH di wilayah Kecamatan Pakuniran.

Situasi sempat memanas sebelum akhirnya petugas dari Polres Probolinggo, Polsek Pakuniran, unsur Forkopimca, serta pemerintah desa turun langsung untuk mengendalikan keadaan dan menghindari konflik lanjutan.

Menurut Latif, pemeriksaan tidak hanya difokuskan pada peran para terduga koordinator, tetapi juga menyasar aspek legalitas aplikasi MBA.

Kepolisian akan melibatkan saksi ahli dan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) guna memastikan apakah aplikasi tersebut memiliki izin resmi.

“Kami akan meminta keterangan ahli, termasuk mengecek apakah aplikasi ini terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dari situ nanti akan diketahui legalitasnya,” kata dia.

Terkait nilai kerugian, kepolisian belum dapat memastikan total kerugian yang dialami para korban. Hal ini disebabkan nominal investasi setiap korban berbeda-beda.

“Kerugian bervariasi, ada yang di bawah Rp10 juta, ada juga yang di atas Rp10 juta,” ujar alumnus akademi kepolisian itu.

Sejumlah korban mengaku tergiur iming-iming keuntungan harian yang ditawarkan aplikasi MBA. Salah satu korban berinisial R mengatakan dirinya merugi Rp4,2 juta setelah mendaftarkan tiga akun sekaligus.

“Saya daftar tiga akun, masing-masing Rp1,4 juta. Sampai sekarang tidak pernah bisa ditarik sama sekali,” kata R dengan nada kecewa.

Ia menyebut, aplikasi tersebut menjanjikan keuntungan harian sebesar Rp43.500 per akun, dengan jadwal pencairan setiap hari Kamis. Namun, janji pencairan tersebut berulang kali gagal direalisasikan.

“Awalnya dijanjikan bisa ditarik Kamis, lalu diundur lagi ke hari ini. Tapi tetap tidak bisa,” ujarnya.

Kapolres Probolinggo mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak mudah tergiur tawaran investasi dengan keuntungan tidak wajar.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk lebih cerdas dan berhati-hati dalam berinvestasi, terutama yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat,” pungkas Latif.

Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap jaringan dan mekanisme aplikasi MBA serta memastikan perlindungan hukum bagi para korban. (aly/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.