Nonton Haflah Imtihan di Atap Masjid, Dua Santri di Kraton Tersengat Listrik

12

Pasuruan (WartaBromo.com) – Niat menonton kegiatan Haflah Imtihan dari tempat yang lebih tinggi berujung petaka. Dua santri di Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, tersengat aliran listrik saat berada di atap Masjid Syamsul Arifin, Jumat (13/2/2026) siang. Diketahui, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.47 WIB di lingkungan Pondok Pesantren Putri Syamsul Arifin, Dusun Krajan I, Desa Pukul, Kecamatan Kraton.

Kedua korban bernama Muhammad Jaka Dina Sofiansyah (15), asal Dusun Krajan, Desa Pancur, Kecamatan Lumbang, dan Setya Arya Putra (13), asal Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Keduanya merupakan santri Pondok Pesantren Putra Syamsul Arifin.

Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaedi, menjelaskan, peristiwa bermula saat keduanya hendak menyaksikan kegiatan Haflah Imtihan yang digelar di area pesantren.

“Sekitar pukul 14.00 WIB ada kegiatan Haflah Imtihan di Pondok Pesantren Putri Syamsul Arifin. Dua santri dari pondok putra ingin melihat kegiatan tersebut, kemudian naik melalui tangga Masjid Syamsul Arifin menuju ke atap,” ujar Junaedi, saat dikonfirmasi wartabromo.com, Sabtu (14/2/2026).

Saat itu, lanjutnya, wilayah Desa Pukul dan sekitarnya sedang diguyur hujan. Kondisi atap yang basah diduga menjadi salah satu faktor risiko.

“Pada saat berada di area atap masjid, keduanya tanpa sengaja menyentuh kabel yang masih dialiri listrik. Karena kondisi hujan dan kemungkinan kabel terbuka, keduanya langsung tersengat dan mengalami luka bakar,” jelasnya.

Muhammad Jaka mengalami luka bakar pada bagian punggung dan kaki, sementara Setya Arya mengalami luka bakar pada tangan kanan. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban menggunakan ambulans Desa Pukul ke RSUD Bangil.

“Kedua korban masih menjalani perawatan medis di RSUD Bangil,” tambahnya.

Selain itu, polisi juga menyoroti aspek pengamanan kegiatan. Berdasarkan informasi awal, kegiatan tersebut tidak didahului pemberitahuan atau koordinasi dengan pihak kepolisian maupun pemerintah desa setempat.

“Kami mengimbau setiap penyelenggara kegiatan yang melibatkan banyak orang agar melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak kepolisian maupun pemerintah desa, demi memastikan aspek keamanan, termasuk instalasi listrik dan area yang berpotensi membahayakan,” tuturnya. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.