Probolinggo (WartaBromo.com) – Insiden pencurian tujuh koper milik wisatawan asal Tailan di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, menuai keprihatinan dari tokoh masyarakat Suku Tengger. Peristiwa tersebut dinilai menjadi pengingat pentingnya penguatan sistem keamanan di destinasi wisata unggulan nasional.
Kepala Desa Ngadisari yang juga tokoh masyarakat Tengger, Sunaryono, mengatakan kejadian tersebut tidak bisa dipandang sebagai persoalan kriminal semata.
Ia menilai, seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan wisata memiliki tanggung jawab menjaga rasa aman pengunjung.
“Kasus ini menjadi tanggung jawab bersama, baik aparat penegak hukum, pengelola wisata, maupun pelaku usaha jasa perjalanan. Kita tentu prihatin karena kejadian ini berdampak pada citra daerah,” ujar Sunaryono, Selasa (17/2/2026).
Peristiwa pencurian terjadi pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di Jalan Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura.
Saat itu, rombongan turis Tailan turun dari kendaraan untuk memulai agenda wisata, sementara barang bawaan tetap berada di dalam mobil yang terkunci.
Namun ketika kembali, kondisi bagian dalam mobil sudah dalam keadaan berantakan. Tujuh koper dilaporkan hilang.
Agen perjalanan rombongan, Jhonni, mengatakan koper-koper tersebut sebelumnya tersusun rapi di dalam kendaraan.
“Setelah dibuka, bagian dalam sudah acak-acakan. Tujuh koper tidak ada di tempat,” ujarnya.
Sunaryono menilai, aspek pengamanan di kawasan wisata yang berada dalam pengelolaan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) perlu dievaluasi bersama pemerintah daerah dan aparat keamanan.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Probolinggo untuk memastikan standar pelayanan wisata terpenuhi.
Menurut dia, lokasi kejadian yang disebut bukan area parkir resmi dan tidak terdapat petugas penjaga menjadi catatan tersendiri.
Ia berharap aparat kepolisian segera mengungkap pelaku agar memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga kepercayaan wisatawan terhadap Bromo.
“Harapan kami, kasus ini segera terungkap dan ada langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Sunaryono.
Hingga kini, aparat masih melakukan penyelidikan. Kasus tersebut menjadi perhatian karena menyangkut keamanan wisatawan mancanegara di salah satu destinasi wisata utama Indonesia. (saw)





















