“Wes Gerang Mosok Gak Poso”, Banner Kreatif Remas Masjid An-Nur Bangilan Ajak Warga Hormati Puasa

54

Pasuruan (WartaBromo.com) – Cara unik dilakukan remaja masjid (Remas) Annur Bangilan Raya dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Mereka memasang sebuah banner di tembok pertigaan Jalan RA Kartini, Kelurahan Bangilan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Alih-alih menggunakan kalimat formal, banner itu justru memuat slogan bernada jenaka namun menyentil:
“Tuku Kerang Diwadai Kloso, Wes Gerang Mosok Gak Poso.”

Kalimat berbahasa Jawa dengan arti, “Beli Kerang Ditaruh Tikar, Sudah Besar Masak Tidak Puasa” tersebut sontak mencuri perhatian warga yang melintas. Terpasang sejak awal Ramadan, Rabu (18/2/2026), slogan itu menjadi perbincangan karena dinilai kreatif sekaligus mengandung pesan moral yang kuat.

Salah satu anggota Remas setempat, Maman, mengatakan ide tersebut muncul dari kegelisahan para remaja masjid melihat fenomena yang terjadi belakangan ini.

“Sekarang banyak orang dewasa yang terang-terangan dan tanpa malu menunjukkan bahwa mereka tidak berpuasa di jalan-jalan. Seolah-olah itu hal biasa,” ujarnya.

Menurut Maman, sebagian orang bahkan beranggapan bahwa urusan puasa adalah hak pribadi dan tidak ada yang berhak melarang atau mengatur. Sikap inilah yang kemudian mendorong Remas Annur Bangilan Raya untuk menyampaikan pesan dengan cara yang lebih santai namun tetap mengena.

“Kami tidak bermaksud menghakimi. Hanya ingin saling mengingatkan, apalagi ini bulan suci. Minimal ada rasa menghormati,” tambahnya.

Pemilihan bahasa Jawa dalam slogan tersebut juga bukan tanpa alasan. Selain terasa lebih dekat dengan masyarakat setempat, kalimat berima itu dinilai lebih mudah diingat dan tidak terkesan menggurui.

Banner tersebut dipasang di titik strategis, tepat di pertigaan yang ramai dilalui pengendara dan pejalan kaki. Banyak warga yang sengaja memperlambat laju kendaraan untuk membaca tulisan tersebut, bahkan ada yang mengabadikannya.

Langkah kreatif Remas Annur Bangilan Raya ini menjadi warna tersendiri di Ramadan tahun ini. Di tengah berbagai imbauan resmi, pendekatan humor yang santun ternyata mampu menjadi cara efektif untuk menyampaikan pesan keagamaan.

Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk saling menghormati dan menjaga suasana kebersamaan. Lewat slogan sederhana namun penuh makna, para remaja masjid ini berharap kesadaran itu tumbuh dari dalam diri, tanpa perlu dipaksa. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.