Fenomena Dust Devil Kembali Terlihat di Lautan Pasir Bromo, Wisatawan Diminta Waspada

18

Pasuruan (WartaBromo.com) – Fenomena alam berupa pusaran debu atau dust devil kembali muncul di kawasan Lautan Pasir Gunung Bromo seiring memasuki puncak musim kemarau. Kemunculan pusaran yang menyerupai tornado mini itu sempat menarik perhatian wisatawan.

Meski terlihat unik, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengingatkan pengunjung agar tidak mendekati fenomena tersebut karena berpotensi mengganggu keselamatan.

Pranata Humas sekaligus perwakilan resmi BB TNBTS, Endrip Wahyutama, menjelaskan bahwa dust devil merupakan fenomena alam yang lazim terjadi di kawasan Lautan Pasir Bromo saat cuaca cerah dan kondisi tanah sangat kering.

Pusaran ini terbentuk ketika permukaan tanah mengalami pemanasan yang intens akibat sinar matahari. Udara panas kemudian naik dengan cepat menembus lapisan udara yang lebih dingin di atasnya hingga membentuk pusaran yang mampu mengangkat debu, pasir, maupun serpihan di sekitarnya.

Menurut Endrip, fenomena tersebut umumnya muncul selama musim kemarau di kawasan Lautan Pasir Bromo yang secara administratif berada di wilayah Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo.

Hamparan pasir yang luas, minim tutupan awan, kelembapan udara yang rendah, serta permukaan tanah yang kering menjadi kondisi ideal bagi terbentuknya dust devil.

“Fenomena ini merupakan kejadian alam yang umum terjadi saat musim kemarau. Namun, pusaran tersebut dapat membawa debu dan pasir yang berpotensi mengganggu kenyamanan bahkan keselamatan wisatawan apabila berada terlalu dekat,” ujar Endrip, Rabu (8/7/2026).

Karena itu, BB TNBTS mengimbau seluruh wisatawan untuk tetap tenang apabila menjumpai dust devil. Pengunjung diminta tidak mengejar ataupun mendekati pusaran debu dan menjaga jarak hingga fenomena tersebut menghilang dengan sendirinya.

Wisatawan juga disarankan menggunakan masker atau pelindung pernapasan serta kacamata pelindung untuk menghindari paparan debu dan pasir yang terbawa angin.

“Wisatawan disarankan menggunakan pelindung pernapasan dan mata guna menghindari paparan debu dan pasir yang terbawa angin. Laut pasir masuknya secara wilayah administratif di Pasuruan Probolinggo,” jelasnya.

Meski bukan termasuk fenomena cuaca ekstrem seperti puting beliung, dust devil tetap perlu diwaspadai karena kekuatannya mampu mengangkat pasir dan debu dalam jumlah cukup banyak.

Oleh sebab itu, BB TNBTS mengajak wisatawan untuk menikmati keunikan fenomena alam tersebut dari jarak yang aman tanpa mengabaikan keselamatan selama berwisata di kawasan Bromo. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.