Pandaan (WartaBromo.com) – Tragedi kecelakaan maut yang merenggut empat nyawa di Simpang Patung Sapi, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, memunculkan gelombang aspirasi masyarakat. Melalui polling yang digelar WartaBromo di media sosial, mayoritas warga mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap simpang yang dinilai rawan kecelakaan tersebut.
Hingga Jumat (10/7/2026) sejak polling dibuka, sebanyak 2.171 akun telah memberikan suara. Hasilnya, 37 persen responden memilih evaluasi total desain simpang sebagai langkah paling mendesak yang harus dilakukan pemerintah.
Di posisi kedua, 35 persen responden mengusulkan pembangunan flyover atau underpass agar arus kendaraan, terutama kendaraan berat, tidak lagi bertemu di persimpangan yang selama ini kerap menjadi titik kemacetan.
Sementara itu, 23 persen responden menginginkan pembatasan jam operasional truk besar, sedangkan 5 persen lainnya menilai penambahan fasilitas keselamatan seperti rambu dan perangkat pendukung lalu lintas menjadi solusi yang perlu segera direalisasikan.
Tak hanya melalui polling, ratusan komentar juga bermunculan. Sebagian besar warga mengaku kecelakaan di Simpang Patung Sapi bukan lagi peristiwa yang mengejutkan karena mereka sudah lama merasa lokasi tersebut berbahaya.
Seorang warganet menilai pembangunan flyover merupakan solusi jangka panjang. Namun, ia juga meminta perusahaan angkutan dan pemerintah lebih serius mengawasi kondisi kendaraan berat maupun kompetensi sopir.
“Buat flyover aja lebih aman. Untuk truk-truk besar, mohon perusahaan jangan hanya menekan biaya operasional. Kendaraan harus benar-benar layak jalan, sopirnya juga harus dievaluasi karena risikonya besar bagi pengguna jalan lain,” tulisnya.
Komentar lain meminta pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperketat pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang yang sudah tidak layak beroperasi.
“Truk tua yang tidak layak jangan boleh jalan. Ingat, nyawa jangan dibuang sia-sia,” tulis seorang warga.
Ada pula yang menyoroti minimnya evaluasi terhadap simpang tersebut meski kecelakaan telah berulang kali terjadi.
“Kejadian sudah berulang kali tapi tidak ada evaluasi. Minimal putaran di dalam ditutup atau dibuat rekayasa lalu lintas. Kalau ada anggaran, flyover akan jauh lebih baik,” tulis warganet lainnya.
Sebelumnya, kecelakaan maut terjadi pada Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 07.40 WIB. Sebuah truk kontainer yang melaju dari arah Malang menuju Surabaya menghantam lima sepeda motor yang sedang berhenti di lampu merah sebelum menabrak kendaraan lain.
Akibat kejadian tersebut, empat orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka. Satlantas Polres Pasuruan hingga kini masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi teknis truk dan sistem pengeremannya.
Disclaimer: Hasil polling WartaBromo ini bukan merupakan kajian teknis, melainkan gambaran aspirasi masyarakat yang berharap tragedi serupa tidak kembali terjadi. Warga kini menanti langkah konkret dari pemerintah dan instansi terkait untuk mengevaluasi keselamatan di Simpang Patung Sapi, salah satu persimpangan tersibuk di jalur nasional Malang–Surabaya. (red)





















