Harga Sayur Masih Tinggi, Cabai Rawit Tembus Rp80 Ribu di Kota Pasuruan

11

Pasuruan (WartaBromo.com) – Harga sejumlah sayur mayur di pasar tradisional Kota Pasuruan masih tinggi. Salah satunya cabai rawit merah yang kini menembus Rp80 ribu per kilogram.

Kenaikan harga tersebut mulai dirasakan pedagang dan konsumen sejak sekitar sepekan terakhir. Kondisi ini terlihat di sejumlah pasar tradisional, salah satunya Pasar Kebonagung, Kota Pasuruan, Senin (28/9/2026) pagi.

Pedagang menyebut harga cabai rawit merah yang sebelumnya sekitar Rp50 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp80 ribu. Sementara cabai rawit hijau juga mengalami kenaikan dari Rp30 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.

Tak hanya cabai, sejumlah komoditas sayuran lainnya juga ikut mengalami kenaikan. Harga tomat buah yang sebelumnya sekitar Rp2 ribu per kilogram kini mencapai Rp10 ribu.

Begitu pula dengan kubis. Komoditas tersebut kini dijual sekitar Rp10 ribu per kilogram, dari sebelumnya sekitar Rp5 ribu.

Pedagang mengaku kenaikan harga terjadi pada sejumlah komoditas sekaligus. Kondisi tersebut juga ikut memengaruhi aktivitas jual beli di pasar.

“Ya, naik semuanya. Mulai dari cabai, tomat, kubis. Yang tinggi cabai rawit mencapai Rp80 ribu,” ujar Kuliyah, salah seorang pedagang.

Kenaikan harga membuat konsumen harus mengurangi jumlah belanja. Jika sebelumnya bisa membeli hingga satu kilogram, kini mereka memilih membeli sesuai kebutuhan agar pengeluaran tidak semakin besar.

Konsumen juga tidak berani menyimpan terlalu banyak sayuran di rumah karena harga yang mahal dan komoditas tersebut mudah rusak.

“Ya naik. Terpaksa dikurangi belinya,” ujar Luluk, salah seorang konsumen.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Disperindag Kota Pasuruan, Mulyono saat dikonfirmasi menyebut kenaikan sejumlah komoditas tersebut dipengaruhi kondisi cuaca.

Menurutnya, efek kemarau yang berlangsung cukup panjang berdampak terhadap daerah-daerah sentra produksi cabai, tomat dan kubis. Kondisi tersebut membuat produksi sejumlah komoditas mengalami penurunan.

“Kemarau kan panjang, jadi ada beberapa produsen gagal panen,” ujarnya. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.