Mulai 1 Oktober Jembatan Pajarakan Ditutup 81 Hari, Ini Jalur Alternatif yang Disiapkan Polisi

19

Pajarakan (WartaBromo.com) – Pengguna jalan di jalur Pantura Kabupaten Probolinggo perlu bersiap menghadapi perubahan arus lalu lintas.

Jembatan Pajarakan akan direhabilitasi mulai Kamis (1/10/2026) dan ditutup total selama pengerjaan yang diperkirakan berlangsung 81 hari.

Penutupan jembatan yang berada di jalur utama Pantura tersebut berpotensi memengaruhi mobilitas kendaraan, terutama perjalanan dari dan menuju wilayah timur Jawa Timur.

Untuk menjaga kelancaran lalu lintas, Polres Probolinggo menyiapkan sejumlah skema rekayasa serta jalur alternatif selama proyek berlangsung.

Salah satu pilihan utama adalah memanfaatkan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi), khususnya setelah segmen Gending-Kraksaan-Paiton dibuka pada Rabu (30/9/2026).

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar mengatakan, kepolisian telah menyiapkan personel di sejumlah titik akses tol untuk mengantisipasi perubahan arus kendaraan.

“Dengan dibukanya segmen Gending-Kraksaan-Paiton, masyarakat memiliki pilihan perjalanan selama Jembatan Pajarakan ditutup. Kami juga menempatkan personel untuk mengatur arus di akses masuk dan keluar tol,” katanya.

Menurut dia, pengaturan lalu lintas akan terus disesuaikan dengan kondisi kendaraan di lapangan. Langkah tersebut diperlukan agar perpindahan arus akibat penutupan jembatan tidak menimbulkan kepadatan baru di titik-titik tertentu.

Bagi kendaraan yang tetap harus melintas di sekitar Pajarakan, pemerintah menyiapkan jembatan bailey sebagai akses sementara.

Jembatan darurat tersebut dapat digunakan kendaraan roda dua dan roda empat dalam kota. Penggunaannya akan diberlakukan dengan sistem buka-tutup secara bergantian.

Skema itu diharapkan tetap memberikan akses bagi masyarakat setempat sekaligus menjaga keamanan selama pekerjaan rehabilitasi jembatan utama berlangsung.

Sementara kendaraan roda empat dari luar kota, terutama yang hendak menuju Situbondo dan Banyuwangi, diarahkan memilih jalur yang telah disiapkan.

Kendaraan besar juga diimbau menggunakan Tol Prosiwangi melalui akses Kraksaan atau Paiton. Pilihan lainnya adalah jalur selatan melalui Lumajang dan Jember.

“Untuk kendaraan dari luar kota menuju Situbondo dan Banyuwangi, termasuk kendaraan besar, kami mengarahkan agar memanfaatkan Tol Prosiwangi. Jalur selatan melalui Lumajang-Jember juga dapat menjadi pilihan perjalanan,” ujar Rizki.

Polres Probolinggo meminta masyarakat memperhitungkan rute perjalanan sebelum melintas selama masa rehabilitasi Jembatan Pajarakan.

Pengguna jalan juga diminta mematuhi rambu, marka, batas kecepatan, serta arahan petugas yang berada di lapangan.

Kepolisian mengingatkan pengendara agar tidak memaksakan diri ketika mengalami kelelahan, terutama mereka yang menempuh perjalanan jauh.

“Keselamatan tetap menjadi prioritas. Pengendara diharapkan mematuhi rambu dan arahan petugas, menjaga jarak aman, serta beristirahat jika mulai lelah,” katanya.

Selama 81 hari pengerjaan, Polres Probolinggo bersama instansi terkait akan memantau perkembangan arus kendaraan di sejumlah jalur yang terdampak.

Evaluasi rekayasa lalu lintas juga akan dilakukan secara berkala. Jika kondisi di lapangan berubah, pola pengaturan kendaraan dapat disesuaikan untuk menjaga arus tetap aman dan lancar.

Dengan penutupan Jembatan Pajarakan, masyarakat diimbau memilih jalur sesuai jenis dan tujuan perjalanan.

Kendaraan dalam kota dapat memanfaatkan jembatan bailey dengan mengikuti sistem buka-tutup, sedangkan kendaraan luar kota dan kendaraan besar dapat mempertimbangkan Tol Prosiwangi atau jalur selatan Lumajang-Jember. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.