Bangil (WartaBromo.com) – Sejumlah warga mendatangi Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan untuk mengadukan kerusakan jalan disepanjang jalur penghubung Puntir – Martopuro – Ngembal – Semut – Kademungan – Kejayan yang disebabkan oleh lalu lalang armada kendaraan bertonase besar milik belasan pertambangan dan pabrik yang beroperasi disekitaran kawasan tersebut.
Lalu lalang kendaraan besar milik pertambangan dan pabrik itu dinilai tidak hanya membuat jalan rusak, tetapi juga menimbulkan kebisingan, debu dan mengancam keselamatan pengguna jalan.
Salah satu perwakilan warga, M Yusuf mengatakan kedatangan dirinya beserta warga untuk meminta DPRD mengawal tuntutan warga agar pelaku tambang dan pemilik perusahaan dapat bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.
“Kami meminta DPRD mengawal tuntutan warga, serta menolak pemborosan APBD untuk perbaikan jalan berulang akibat eksploitasi komersial, dan kami menuntut akuntabilitas korporasi dalam pembiayaan infrastruktur daerah,” kata Yusuf dihadapan para anggota Komisi III.
Ia juga meminta Komisi III untuk memfasilitasi RDP terbuka bersama pihak kepolisian dan OPD terkait beserta 13 pelaku tambang dan pemilik perusahaan yang kendaraan besarnya menjadi penyebab kerusakan sejumlah ruas jalan tersebut.
Yusuf beserta warga meminta persoalan ini segera diatasi, mengingat jalur tersebut memiliki signifikansi ganda, sebagai jalur wisata utama menuju kawasan dataran tinggi Tengger, sekaligus sebagai jalur logistik hasil bumi, pertanian, serta industri material.
Secara hukum administrasi, jaringan jalan tersebut masuk dalam kategori Jalan Kelas III (maksimal III B/III C) dengan batas muatan sumbu terberat (MST) 8 Ton.
Masuknya kendaraan berskala industri besar, angkutan berat (seperti tronton material dan truk molen). secara kronis memicu konflik vertikal antara pelaku ekonomi, instansi teknis pemeliharaan, penegak hukum, dan masyarakat terdampak.
Komisi III DPRD menyambut baik aspirasi tersebut dan berjanji akan memfasilitasi RDP terbuka dengan mengundang semua pihak yang terlibat.
“Kami siap fasilitasi, nanti kami undang semua, baik OPD, pihak kepolisian dan pemilik tambang dan pabrik yang terlibat untuk RDP, biar nanti jelas, kemungkinan Kamis depan kita kumpulkan semua,” kata Wakil Ketua Komisi III, Eko Suyono saat menemui para warga. (Fir)





















