Keluarga Korban Karhutla Bromo Histeris, 2 Korban Kritis Dirujuk ke Malang dan Surabaya

12

Probolinggo (WartaNromo.com) – Keluarga korban tim gabungan pemadam kebakaran di Bukit Mentigen Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, berteriak histeris dan menangis pilu mengetahui nasib saudaranya meninggal saat bertugas.

Sementara itu, dua korban lain yang kritis kini sedang dirujuk ke rumah sakit di Malang dan Surabaya untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Hanya derai air mata dan tangis pilu yang terdengar di depan IGD Rumah Sakit Tongas, Kabupaten Probolinggo, Kamis, 15 Oktober 2026 malam.

Keluarga Hendra Rony, petugas TNBTS yang akhirnya meninggal setelah mendapat perawatan medis di rumah sakit, langsung histeris.

Sebelumnya, korban termasuk tiga orang yang dievakuasi segera dari lokasi kejadian dalam keadaan kritis.

Luka bakar yang diderita tiga korban ini mencapai 45 hingga 60 persen, terutama di bagian dada hingga kepala.

Setelah mendapat perawatan selama sekitar dua jam, Hendra akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Sedangkan dua korban lainnya yang kritis, atas nama Munawi dan Suraji, kini sudah dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan RS Saiful Anwar Malang untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Bupati Probolinggo, Moh. Haris, memastikan biaya seluruh korban ditanggung Pemkab.

“Kami pastikan seluruh korban ditangani pemkab, sementara kami terus koordinasi dengan TNI, Polri dan TNBTS, dalam penyelidikan insiden ini, semoga ke depan tidak ada lagi kejadian serupa yang sampai memakan korban,” kata bupati.

Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap penyebab pasti kejadian yang merenggut total empat nyawa sekaligus ini.

Apakah ada unsur kelalaian atau memang murni kejadian alam yang sulit diprediksi?

“Masih kami dalami,” sahut AKBP Asmida Rizky, Kapolres Probolinggo, irit bicara.

Kronologi yang dihimpun, tim pemadaman karhutla di Bukit Mentigen berjumlah sekitar 12 orang, dari unsur TNBTS dan karyawan hotel terdekat di lokasi.

Pada saat berupaya memadamkan api, 12 orang ini terbelah menjadi dua kelompok, masing-masing beranggotakan enam orang.

Saat itu, kobaran api meluas dan tak terkendali, disertai angin kencang, sehingga mengepung enam korban tadi.

Tiga orang meninggal seketika di lokasi kejadian, sementara tiga lainnya sempat dievakuasi ke rumah sakit. Namun, akhirnya seorang lagi meninggal usai mendapat perawatan medis.

Sedangkan dua lainnya dirujuk ke RSSA Malang dan RS Dr. Soetomo Surabaya. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.