Sefril Ardiansyah, Atlet Panjat Tebing Peraih Medali Perak yang Tak Pulang Lagi dari Bromo

28

Probolinggo (WartaBromo.com) – Kebiasaan Sefril Ardiansyah pulang ke rumah setiap Jumat selalu dinantikan keluarganya.

Namun, Jumat kali ini berbeda. Atlet panjat tebing berusia 19 tahun itu tak lagi kembali ke rumah setelah meninggal dunia saat membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo.

Jenazah Sefril dimakamkan di Kota Probolinggo, Jawa Timur. Ia menjadi satu dari empat korban meninggal dalam insiden kebakaran di kawasan Bromo pada Kamis (15/10/2026).

Bagi keluarga dan rekan-rekannya di Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo, kepergian Sefril bukan hanya kehilangan seorang atlet berprestasi. Pemuda itu juga dikenal sebagai pribadi yang sederhana, taat beribadah, dan dekat dengan anak-anak.

Di rumahnya di Perumahan Yunayuni, Jalan Serayu, Kelurahan Jrebeng Kulon, Kota Probolinggo, kenangan tentang Sefril masih melekat kuat. Terlebih, sebelum kabar kematiannya diterima, ia sempat mengirimkan video kepada ibunya.

Dalam video tersebut, Sefril memberi tahu bahwa dirinya sedang memantau kebakaran. Ia juga berpamitan dan menyampaikan bahwa kali ini tidak bisa pulang, meski biasanya selalu menyempatkan diri kembali ke rumah setiap akhir pekan.

“Waktu mengirim video itu, dia bilang sedang memantau kebakaran. Dia juga berpamitan dan menyampaikan bahwa dirinya tidak akan pulang, padahal biasanya setiap Jumat mesti pulang,” kata Lutfy Zulkifli, ayah Sefril, Jumat (16/10/2026), sembari menahan tangis.

Ucapan itu menjadi salah satu kenangan terakhir yang membekas bagi keluarga. Rencana pulang yang biasanya menjadi bagian dari rutinitas Sefril kini tak lagi terwujud.

Di dunia olahraga, Sefril dikenal memiliki rekam jejak membanggakan. Ia meraih medali perak dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur pada 2023 dan 2025.

Prestasi tersebut membuatnya menjadi salah satu atlet yang diperhitungkan dalam pembinaan panjat tebing Kota Probolinggo.

Namun, menurut pelatih FPTI Kota Probolinggo, Iwan Rosyidi, kelebihan Sefril tidak hanya terletak pada kemampuannya di arena pertandingan.

Sefril juga dikenal peduli terhadap atlet-atlet junior. Anak-anak yang berlatih bersamanya bahkan menganggapnya seperti kakak sendiri.

Kebiasaan beribadah turut meninggalkan kesan mendalam. Sefril kerap dipercaya menjadi imam salat karena dinilai memiliki bacaan Al-Qur’an yang baik.

“Almarhum sering menjadi imam salat karena bacaan Al-Qur’annya bagus. Banyak atlet anak-anak yang menyukainya dan menganggapnya seperti kakak sendiri,” ujar Iwan.

Bagi Iwan, kehilangan Sefril terasa seperti kehilangan anggota keluarga. Ia mengenang almarhum sebagai sosok yang bersahaja dan memiliki perilaku baik, baik di lingkungan latihan maupun dalam pergaulan sehari-hari.

Sefril merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah kejuruan pada 2026, ia sebenarnya memperoleh kesempatan melanjutkan kuliah melalui jalur golden ticket di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Namun, kesempatan itu tidak diambilnya. Sefril memilih bekerja di sebuah hotel di kawasan Bromo.

Pilihan tersebut membawanya menjalani aktivitas di kawasan pegunungan yang kemudian menjadi lokasi terakhirnya membantu penanganan kebakaran.

Kepergian Sefril menyisakan duka bagi keluarga, rekan-rekan atlet, dan orang-orang yang mengenalnya. Sosok muda yang masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan karier olahraga itu kini hanya tinggal kenangan.

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo terjadi pada Kamis (15/10/2026). Insiden tersebut menewaskan empat orang, termasuk Sefril, saat upaya penanganan kebakaran berlangsung.

Meski kebakaran dilaporkan telah padam di sejumlah lokasi, petugas masih menemukan titik api di beberapa bukit lainnya. Kondisi tersebut membuat penanganan di kawasan terdampak tetap memerlukan perhatian.

Bagi keluarga Sefril, peristiwa itu meninggalkan kehilangan yang sulit diterima. Kebiasaan sederhana seorang anak yang selalu pulang setiap Jumat kini berubah menjadi penantian yang tak lagi berujung pada kepulangannya. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.