Keluarga Korban Karhutla Bromo Pertanyakan Penugasan Sefril: Bukan Relawan, Mengapa Ikut Memadamkan Api?

20

Probolinggo (WartaBromo.com) – Duka akibat tragedi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, belum mereda.

Keluarga korban mendesak kepolisian mengusut tuntas dugaan kelalaian dan sejumlah kejanggalan dalam insiden yang mengakibatkan 4 meninggal dan 2 luka bakar.

Suasana duka masih menyelimuti rumah keluarga para korban yang gugur ketika berupaya memadamkan kebakaran di Pusung Lingker, Bukit Mentigen, Desa Ngadirejo, Kabupaten Probolinggo, Kamis petang lalu.

Salah satu keluarga Sefril Ardiansyah, menilai ada sejumlah hal yang perlu dijelaskan secara terbuka terkait insiden maut tersebut. Mereka mempertanyakan alasan Sefril dilibatkan dalam pemadaman api, padahal pekerjaan sehari-harinya sebagai tenaga engineering hotel.

Keluarga juga mempertanyakan apakah Sefril memiliki bekal pengalaman maupun pelatihan khusus untuk menghadapi kebakaran di kawasan tersebut.

“Adik saya ini bukan relawan atau pernah mendapat pelatihan dan pemadaman kebakaran seperti itu, kok bisa ikut dalam tim pemadam. Apa hal itu juga termasuk jobdesk adik saya,” ujar Agniz Ambarwati, kerabat almarhum Sefril, Sabtu, 17 Oktober 2026.

Pertanyaan itu disampaikan saat Kapolres Probolinggo, AKBP Asmida Rizki, mendatangi rumah duka di Perum Yuni Yani, Jalan Serayu, Kota Probolinggo.

Bagi keluarga, tragedi tersebut tidak cukup hanya meninggalkan duka. Mereka menginginkan kejelasan mengenai kronologi kejadian, penugasan korban, hingga kemungkinan adanya unsur kelalaian yang berujung pada jatuhnya korban jiwa.

“Kami meminta ketegasan dan kejelasan dari polisi, mengapa hal ini bisa terjadi. Setidaknya usut tuntas itu, apakah ada unsur kelalaian, saya rasa itu pula yang dirasakan mendiang adik saya,” lanjut Agniz.

Menanggapi desakan keluarga, Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki memastikan bahwa penyelidikan masih berjalan. Polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi dan akan memperluas pemeriksaan kepada pihak-pihak lain yang dinilai mengetahui peristiwa tersebut.

“Kami sudah periksa beberapa saksi, termasuk dari keterangan keluarga, kami juga akan periksa pihak-pihak lainnya,” kata Asmida, kapolres perempuan pertama di Probolinggo.

Penyidik juga berencana memeriksa pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) serta pengelola hotel tempat Sefril bekerja. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu mengungkap rangkaian peristiwa sekaligus menjelaskan keterlibatan korban dalam upaya pemadaman.

Di sisi lain, upaya penanganan karhutla di kawasan Bromo disebut masih berlangsung. Sejumlah titik api dilaporkan masih terdeteksi di sekitar lokasi kejadian.

Sebelumnya, Sefril Ardiansyah termasuk dalam empat orang yang meninggal dunia saat menjalankan upaya pemadaman karhutla di Pusung Lingker, Bukit Mentigen, pada Kamis petang.

Selain empat korban meninggal, dua orang lainnya masih menjalani perawatan intensif di RSU dr. Soetomo, Surabaya.

Kini, keluarga menanti jawaban atas pertanyaan yang belum terungkap: bagaimana korban bisa terlibat dalam pemadaman, apakah prosedur keselamatan telah dijalankan, dan adakah pihak yang harus bertanggung jawab atas tragedi tersebut. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.