Besuk (WartaBromo.com) – Ratusan warga memadati Kantor Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, untuk berburu bahan kebutuhan pokok dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional 2026, Rabu (21/10/2026). Warga menyambut kegiatan tersebut karena harga pangan yang ditawarkan dinilai lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
Sumiati, salah seorang warga Kecamatan Besuk, mengaku terbantu dengan adanya pasar pangan murah. Menurut dia, selisih harga bisa membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Alhamdulillah, harganya lebih murah dibandingkan di pasaran. Jadi, belanja kebutuhan rumah tangga bisa lebih hemat,” kata Sumiati.
Harapan agar kegiatan serupa lebih sering digelar juga disampaikan Ahmad, warga Besuk lainnya. Ia menilai pasar pangan murah dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat ketika harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan.
“Kalau harga terus naik, kami ikut pusing. Harapannya, kegiatan seperti ini lebih sering diadakan supaya harga di pasaran tetap terkendali,” ujar Ahmad.
Antusiasme warga tersebut menunjukkan pentingnya akses terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau. Bagi masyarakat, program semacam ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan kesempatan untuk menekan biaya belanja keluarga.
Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Besuk digelar Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia. Bupati Probolinggo Mohammad Haris, yang akrab disapa Gus Haris, turut meninjau pelaksanaan kegiatan tersebut.
Dalam kunjungannya, Gus Haris didampingi perwakilan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Perum Bulog, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Besuk.
Gus Haris mengatakan, pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah daerah, menurut dia, perlu bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menjaga ketersediaan bahan pokok sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pangan terjangkau.
“Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Kami ingin memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi,” kata Gus Haris.
Ia mengapresiasi keterlibatan HKTI yang telah mendukung pelaksanaan operasi pasar di sejumlah kecamatan. Menurut dia, kolaborasi dengan organisasi petani, Bulog, dan pelaku usaha dapat memperluas jangkauan program pangan murah.
Gus Haris juga meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian memperkuat koordinasi agar kegiatan serupa tidak hanya berlangsung saat peringatan Hari Pangan Sedunia.
“Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah, sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Untuk memperkuat upaya menjaga pasokan pangan, Pemkab Probolinggo juga membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha penggilingan padi atau selep padi.
Pelaku usaha tersebut dinilai memiliki potensi untuk mendukung ketersediaan bahan pangan di daerah. Namun, keterlibatan mereka memerlukan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah serta pihak terkait.
Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan operasi pasar dapat berlangsung lebih berkelanjutan dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Bagi warga seperti Sumiati dan Ahmad, keberhasilan program pangan murah tidak hanya diukur dari ramainya kegiatan, tetapi juga dari seberapa sering masyarakat memperoleh kesempatan membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Karena itu, keberlanjutan program menjadi harapan warga agar manfaatnya tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi turut membantu menjaga daya beli keluarga di tengah perubahan harga kebutuhan pokok. (fat/saw)




















