Pertumbuhan Ekonomi Kota Probolinggo Lampaui Jawa Timur

1692

Probolinggo (wartabromo.com) – Pertumbuhan ekonomi di Kota Probolinggo dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Tercatat, dalam periode 2015-2017, capaian pertumbuhannya pun melampaui pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur.

Ditengah lesunya pertumbuhan ekonomi global, perekonomian Kota Probolinggo mengalami pertumbuhan signifikan. Dalam kurun waktu 2015-2017 mulai mengalami peningkatan sebesar 0,34%. Bahkan pada pada 2016 lalu sebesar 5,88%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur, yang hanya 5,57%. Sementara pada tahun lalu tumbuh sebesar 5,9%.
Tak hanya itu, pendapatan perkapita Kota Probolinggo tercatat sebesar Rp. 35,2 juta per orang per tahun, relatif cukup baik dibanding sejumlah daerah lain di Jatim.

“Alhamdulillah selama empat tahun ini, banyak hal yang telah kita capai dalam meningkatkan kualitas pembangunan Kota Probolinggo. Diantaranya pertumbuhan ekonomi yang positif ditengah lesunya ekonomi global,” ujar Walikota Probolinggo Rukmini, Selasa (27/3/2018).

Rukmini juga mengatakan meningkatkannya pertumbuhan ekonomi itu, juga berimbas pada peningkatan kualitas pembangunan manusia. Dijelaskan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Probolinggo mengalami peningkatan dengan rata-rata 0,5% per tahun. Selain itu, angka kemiskinan tahun 2014 – 2017 juga mengalami penurunan sebesar 2,07% per tahun.

“Salah satunya kuncinya dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Dimana Musrenbang ini merupakan rangkaian proses strategis yang dibangun sebagai wahana untuk berdiskusi, berembug antar stakeholder, baik pemerintah, akademisi, swasta, maupun masyarakat yang menjadi momentum penting dalam mengakomodir usulan-usulan pembangunan dari bawah,” tambah Rukmini.

Untuk tahun ini, dalam Musrenbang ada 2.022 usulan dengan nominal sebesar Rp 159.469.838.971. Namun, yang disetujui dalam forum SKPD sebanyak 637 usulan dengan nominal Rp. 47.683877.892. Rinciannya, untuk Kecamatan Kademangan usulan sebanyak 55 dengan jumlah nominal Rp. 3.405.913750. Kecamatan Wonoasih sebanyak 106 usulan dengan jumlah nominal Rp. 6.030.444.999.

Kemudian 3 kecamatan lainnya, yakni Kecamatan Mayangan sebanyak 62 usulan dengan nominal Rp. 2.621.680.000. Kecamatan Kanigaran sebanyak 284 usulan dengan jumlah 23. 736.573.580. Sedangkan Kecamatan Kedopok sebanyak 130 usulan dengan jumlah nominal 11.889.265.500.

“Musrenbang ini tujuannya untuk mewujudkan koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan keterpaduan antara rancangan renja SKPD dan RKPD dalam upaya pencapaian sasaran prioritas pembangunan tahun 2019 nanti,” kata Kepala Bappeda dan Litbang, Budiono Wirawan. (saw/saw)