Padepokan Dimas Kanjeng Bangkit Lagi

5851
Rapat Koordinasi (rakor) forkopimka Gading di ruang Rupatama Polres Probolinggo, Senin (27/8/2018). (Foto : Sundari AW)

Probolinggo (wartabromo.com) – Padepokan Dimas Kanjeng di Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, ditengarai bangkit kembali. Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat pun meminta aparat pemerintah untuk bertindak tegas.

Kebangkitan padepokan yang dipimpin oleh Taat Pribadi itu, diungkapkan oleh Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo, Yasin. Ia mengatakan hal itu pada saat rapat koordinasi (rakor) forkopimka Gading di ruang Rupatama Polres Probolinggo, Senin (27/8/2018). Dimana berdasarkan laporan dari MUI Kecamatan Gading yang menyebutkan bahwa aktivitas di padepokan itu semakin ramai. Dimana ratusan pengikut Taat Pribadi bermukim di tenda-tenda di dalam padepokan.

“Ada aktivitas para pengikut disana. Pengikutnya semakin bertambah. Portal jalan yang dulu dibuka untuk umum kembali ditutup dan dijaga oleh para pengikut Taat Pribadi. Bahkan informasinya ada penarikan mahar lagi yang dilakukan oleh para pengurus,” ujarnya.

Selain itu, dalam sebuah video yang unggah di Youtube, yang memperlihatkan aktivitas di tempat tersebut. Dimana para pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi, melaksanakan upacara HUT Kemerdekaan Repbulik Indonesia ke 73. Video dengan durasi 3 menit 6 detik itu, diunggah oleh akun Yudha Sandi Pribandono pada 18 Agustus 2018. Dalam video itu dengan jelas menunjukkan kondisi terkini padepokan pasca disita oleh penyidik Diskrimum Polda Jatim.

“Bahkan beberapa waktu lalu kami mendengar bahwa aka nada pengangkat istri Taat Pribadi (Rahma Hidayati) sebagai ratu. Serta juga pembentukan pengurus yang baru. Nah itu kan tidak benar. Mereka diam-diam tengah menyusun kekuatan baru. Karena itulah kami meminta kepada aparat pemerintah untuk bertindak tegas,” kata Yasin.

Yasin menambahkan bahwa saat ini, beberapa pengikut setia Taat Pribadi, tengah menyebar berita palsu alias hoaks. Dimana mereka menyebutkan bahwa Taat Pribadi yang ditangkap polisi dan tengah menjalani hukuman adalah palsu. Bukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang asli. Sebab yang ditankap itu adalah jelmaanya.

“Salah satunya pria yang bernama Musleh, yang terus menghubungi para pengikut Taat Pribadi dan mengabarkan kepalsuan itu. Nah seharusnya orang-orang seperti itu ditangkap oleh polisi,” tegas penyuluh pertanian ini.

Sementara itu Kapolres Probolinggo AKBP. Fadly Samad, mengiyakan jika rapat koordinasi itu juga membahas padepokan secara umum.

“Kita juga butuh masukan-masukannya terkait pengikutnya yang disana biar jumlahnya gak nambah. Dari MUI kita minta masukan, biar terang semuanya ke masyarakat. Karena selama ini tidak ada yang masuk kesana. Kalau TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang, red) nya sudah ada dan inkraht, dan sita untuk negara, nah baru kita bisa mengamankan aset-asetnya,” kata Kapolres. (saw/saw)