Ribuan Keluarga Miskin di Kabupaten Pasuruan Mendapat “Rasidi”

0
280
Keluarga Penerima Manfaat Beras Bersubsidi saat verifikasi bersama petugas Dinas Sosial.

Pasuruan (wartabromo.com) – 10.076 Keluarga di Kabupaten Pasuruan mendapatkan bantuan beras bersubsidi (Rasidi) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ribuan keluarga itu, mendapat hak bantuan setelah dinilai termasuk kategori miskin.

Gunawan Wicaksono, Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan mengatakan, puluhan ribu keluarga itu berasal dari 82 desa/kelurahan yang tersebat di 17 Kecamatan di Kabupaten Pasuruan.

Seluruh penerima bantuan adalah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan status kesejahteraan antara 1-15%, terendah berdasarkan pemutakhiran data terpadu program penanganan fakir miskin di 36 kota dan kabupaten se-Jawa Timur.

“Bantuan dari Pemprov Jatim ini merupakan percepatan dan perluasan penanggulangan kemiskinan di Jawa Timur. Berbeda dengan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) yang mendapatkan bantuan senilai Rp 110 ribu dari Pemerintah Pusat yang ditukarkan dengan beras dan telur. Kalau beras bersubsidi, setiap KPM harus menebus beras tersebut dengan uang,” kata Gunawan, Jumat (14/09/2018).

Dikatakan, masing-masing KPM menerima bantuan beras sebesar 10 kg yang dibeli hanya seharga Rp 16 ribu. Pemkab Pasuruan akan bekerja sama dengan Bulog untuk pendistribusian rasidi. Beras tersebut ditempatkan di kecamatan hingga balai desa/kelurahan, dan setiap KPM bisa membeli beras tersebut setelah sebelumnya mengantongi kupon yang dibagikan.

“Setiap KPM akan mendapatkan kupon, dan kupon tersebut dibeli dengan harga Rp 16 ribu yang nanti akan ditukar dengan beras medium,” imbuhnya.

Lebih lanjut Gunawan menjelaskan, pendistribusian rasidi baru akan dilakukan pada 20 September mendatang, sampai lima hari kedepan. Saat ini, pihaknya masih melakukan verifikasi lapangan, supaya penerima bantuan tepat sasaran.

“Jadwal sudah ditentukan oleh Pemprov Jatim. Untuk Kabupaten Pasuruan mulai dilakukan pendistribusian rasidi mulai 20-25 September,” jelasnya.

Gunawan menjelaskan, 95% lebih adalah penerima Rasidi bukanlah penerima program BPNT. Sedangkan sisanya sama-sama penerima dua program tersebut.

“Yang jelas tidak banyak, ada dua atau tiga orang saja yang mungkin menerima program rasidi dan BPBT, akan tetapi jumlahnya memang sangat kecil, karena data kami dapatkan dari BPS dan verifikasi lapangan,” tegasnya.

Selain Kabupaten Pasuruan, Pemprov Jatim juga memberikan bantuan rasidi kepada 521 KPM di 6 kelurahan yang tersebar di 2 kecamatan di Kota Pasuruan. Sementara itu, total KPM yang mendapat bantuan rasidi se-Jawa Timur mencapai 336.723 KPM di 3122 desa/kelurahan yang tersebar di 456 kecamatan di 36 kota dan kabupaten se-Jawa Timur. (mil/may)