Warga Tewas, Bonek Dibubarkan Saja

491

Beji (wartabromo) – Meninggalnya Abdul Fajar (52) alias gendut, korban pengeroyokan puluhan suporter bonek persebaya di rumah sakit dr Soetomo Surabaya senin malam (9/1/2012), mematik reaksi keras dari warga serta kerabat korban.

Kepala Desa Kedungringin, Nadjib Setiawan mengatakan, dirinya mengutuk keras aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum suporter bonek tersebut. Untuk itu pihaknya meminta agar pihak-pihak yang terkait termasuk PSSI melakukan pembubaran terhadap bonekmania yang sering menimbulkan masalah ini.

“Saya minta dengan hormat agar pihak-pihak yang terkait termasuk PSSI sebaiknya membubarkan saja bonek-bonek bermasalah tersebut, ” ujar lelaki yang juga menjabat Ketua Parade Nusantara tersebut dengan nada kesal.

Tidak hanya itu, Rianto (40) salah seorang kerabat korban juga berharap agar polisi segera mengusut tuntas para pelaku pengeroyokan yang diduga sempat terekam CCTV SPBU tersebut.

Menurutnya, sudah banyak sekali korban yang ditimbulkan akibat ulah anarkhis para suporter bonekmania terutama saat digelarnya pertandingan.

“Kami minta segera diusut tuntas. Para pengurus bonek di Surabaya untuk memperhatikan kondisi ini. Sudah  banyak keluarga yang jadi korban,” ujarnya saat ditemui di sela-sela upacara pemakaman, Selasa (10/1/2012).

Tidak hanya keluarga, warga sekitar yang cukup mengenal dekat bapak  empat orang anaknya tersebut mengaku sangat kehilangan sosok Abdul Fajar yang dikenal humoris dan memiliki rasa sosial tinggi.

“Dia memiliki rasa sosial yang tinggi, makanya suka menolong,” ujar salah seorang warga yang hadir berta’ziah ke rumahnya.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Abdul Fajar (52) alias gendut meninggal dunia pada Senin (10/1/2012) di rumah sakit dr Soetomo Surabaya setelah dikeroyok oleh puluhan bonekmania di SPBU Seruni,Gedangan, Sidoarjo. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 wIb sebelum dilangsungkanya pertandingan antara Persebaya Vs PSM Makasar, Minggu (8/1/2012) lalu. (yog/yog)