Tak Mau Kebobolan Lagi, Rudenim akan Direnovasi

242
Menganga - Lubang yang digali para imigran untuk kabur dari Rudenim, Senin (4/6/2012). Foto: M Athuf.

Bangil (wartabromo) – Banyaknya imigran gelap yang dengan mudah kabur dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Surabaya membuat petugas gerah. Renovasi dan penguatan konstruksi bangunan rumah detensi akan segera dilakukan.

Kepala Rudenim, Iwan Rustiawan mengatakan renovasi akan diutamakan pada pondasi tembok yang selama ini menjadi titik rapuh yang dimanfaatkan para imigran untuk kabur.

“Kita akan lakukan pengecoran tembok sampai beberapa meter ke dalam tanah. Terutama pada ruangan-ruangan yang sulit diawasi petugas dan tidak bisa terpantau CCTV,” kata Iwan di kantornya, Senin (4/6/2012).

Dari 13 Rudenim di seluruh Indonesia, Rudenim Surabaya memang paling rapuh. Karena dibangun di atas tanah yang gembur dan berpasir, sehingga memudahkan para deteni (penghuni Rudenim) menggali lubang.

“Sebenarnya renovasi sudah lama direncanakan. Saat mereka akan dipindahkan ke Rudenim Pontianak maupun Rudenim Tanjung Pinang untuk kepentingan keamanan renovasi, banyak diantaranya yang menolak, bahkan ada yang mengancam bunuh diri jika tetap dipindahkan,” jelas Iwan.

Dari pantauan di lokasi, lubang berdiameter 0,5 meter yang digunakan para deteni kabur masih tampak terbuka. Belum diketahui mengapa petugas tidak melakukan penutupan lubang di sisi luar dinding timur itu. Lubang tersebut tembus langsung ke lubang yang ada di kloset kamar mandi di dalam kompleks rumah detensi. (fyd/fyd)