Diisukan Jadi N2, Gus Mujib Bilang ‘Alhamdulillah’

290

[redirect http://pilkada.wartabromo.com/2012/07/04/diisukan-jadi-n2-gus-mujib-bilang-alhamdulillah/3]

Foto : Dokumen/wartabromo.com

Pasuruan (wartabromo) – Isu mundurnya KH Mujib Imron dari niatannya untuk maju sebagai bakal calon Bupati Pasuruan lantaran diminta oleh sejumlah Kyai serta permintaan untuk menjadi Bakal calon Wakil Bupati saja hanya ditanggapi dengan santai oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Yasini, Wonorejo tersebut.

Menurutnya, hingga saat ini tidak ada satu pun Kyai maupun ulama di Pasuruan yang memintanya mundur dari rencananya untuk maju sebagai Bupati Pasuruan apalagi memintanya untuk duduk di posisi N2.

“Itu hanya isu yang dihembuskan oleh calon dan Tim sukses yang tidak siap maju saja. Alhamdulillah kalo gitu,”ujarnya saat dihubungi wartabromo, Rabu (4/7/2012).

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan selama dua periode tersebut menambahkan, dirinya hanya pernah dikirimi surat oleh KH Nawawi Abdul Jalil, Pengasuh Ponpes Sidogiri, terkait klarifikasi pemberitaan yang pernah dikabarkan memintanya mundur dari pencalonannya.

“Pernah dikirimi surat. Tapi itu bantahan beliau (KH. Nawawi Abdul Jalil, red ) kalau tidak pernah meminta saya untuk mundur,” jelasnya lagi.

Maraknya isu yang menerpa rencana pencalonan Ketu LP Ma’arif Kabupaten Pasuruan tersebut diduga lantaran selama 3 bulan terakhir beliau sengaja tidak melakukan aktifitas apapun terutama yang berhubungan dengan rencanan pencalonannya. Bahkan, ia sengaja tidak menambah satu pun banner maupun spanduk sosialiasasi dirinya.

“Tiga Bulan ini saya sengaja Silent (diam,red),” tambahnya.

Menurutnya, orang yang sudah dikenal atau akseptabilitasnya tak diragukan, untuk mengahdapai pertarungan Pilkada hanya membutuhakn waktu dua bulan saja,

“Dua bulan saja cukup bagi yang sudah memiliki akseptabilitas,” ujarnya lagi.

Sementara, terkait permintaan maju sebagai bakal calon Wakil Bupati saja daripada Bupati, Mujib Imron hanya memberikan analogi tentang baju yang sepantasnya untuknya.

“Gak kekecilan ta Baju itu?,” ujarnya dengan nada tanya. (yog/yog)