Budidaya Bayam Merah, Tiga Pelajar Santri Juara Utama

285
Budidaya Bayam merah- Tiga pelajar SMK Kesehatan Ponpes Al-Yasini, Wonorejo sedang memetik bayam merah dari polibag melalui teknik pembudidayaan vertikultural

Wonorejo (wartabromo) – Siapa bilang santri ponpes tak bisa berinovasi?, tiga orang santri ponpes Miftahul Ulum Al-Yasini, Pasuruan berhasil meraih juara umum lomba presentasi bisnis anugerah wirasantri mandiri dan berhak membawa pulang uang tunai senilai Rp. 15 juta yang diserahkan oleh Presiden SBY di Donohudan, Solo.

Ketiga pelajar tersebut masing-masing Feti Apriliya Putri, Aisyatul Widad dan Lely Afsadia Alfarieza. Mereka meraih juara utama dalam kategori pertanian, perikanan dan peternakan dengan mengajukan proposal berjudul ‘Budidaya Bayam Merah Secara Vertikultural’.

Menurut salah satu pelajar, Lely Afsadia Alfarieza, Ide awal pembudidayaan Bayam merah tersebut muncul lantaran banyaknya kandungan gizi yang dimiliki oleh bayam merah termasuk manfaatnya bagi para penderita diabetes.

“Kandungan gizinya sangat tinggi mas,” ungkapnya saat ditemui sejumlah wartawan di Ponpes Al-Yasini.

Dijelaskannya, selain dibudidayakan melalui teknik vertikultural seperti pemanfaatan polibag dan bambu sebagai media tanamnya. Bayam merah juga bisa dimanfaatkan sebagai nugget maupun kripik bayam.

Inovasi tersebut ditemukan, setelah ketiganya menganggap bahwa nugget tak hanya bisa dibuat dari daging melainkan juga dari bahan non organik seperti bayam merah.

“Bisa kita buat nugget  kok, selain sehat juga tidak ada kandungan kimiannya,” ujar Feti Apriliya Putri menimpali.

Keberhasilan ketiga pelajar SMK Kesehatan yayasan ponpes Miftahul Ulum Al-Yasini, Wonorejo, Pasuruann tersebut nantinya akan dikembangkan sebagai usaha mandiri yang akan dilakukan oleh pihak yayasan termasuk memasarkan produk nugget bayam merah ke sejumlah mini market di berbagai daerah.

“Ini patut diparesiasi, kita akan pasarkan hasil produk bayam merah ke berbagai mini market,” janji M. Ghozali, salah satu pengurus Ponpes. (yog/yog)