Harga Garam Anjlok, Petani Garam Pasuruan Menjerit

228
Foto : Ilustrasi / wartabromo.com

Pasuruan (wartabromo) – Musim kemarau yang cukup panjang tahun ini ternyata tak cukup dirasakan oleh para petani garam di Kelurahan Pangungrejo Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan. Pasalnya, harga jual garam di tingkatan petani kini anjlok menjadi 250 rupiah perkilogram untuk garam jenis kw 1.

Hal ini terjadi akibat kebijakan import garam oleh pemerintah serta aksi para tengkulak garam yang seenaknya memainkan harga di pasaran.

Kondisi tersebut menurut sejumlah petani garam di Kelurahan Panggungrejo sudah berlangsung sejak awal panen lalu, meski sebelumnya mereka juga mengaku sempat merasakan harga garam mencapai Rp. 750 perkilogramnya pada awal panen.

“Harga sempat tinggi di awal panen namun kemudian anjlok drastis,” ujar Hanifah, salah seorang petani garam saat ditemui wartabromo di lahan miliknya.

Mereka menganggap banyaknya garam dari luar (import) kerapkali membuat harga jual garam menjadi turun drastis. Selain itu, peran tengkulak dalam memainkan harga garam juga menjadi salah satu faktor penyebab para petani tak bisa merasakan tingginya harga garam disaat kemarau panjang yang semestinya mengalami panen raya.

“Nangis petani garam kalau lihat harga garam sekarang,” tambahnya.

Para petani berharap pemerintah segera mengambil kebijakan atas nasib puluhan petani garam yang kian terpuruk dengan harga beli garam yang asal-asalan dan tidak manusiawi tersebut.

Berdasarkan data yang didaptkan wartabromo, stok garam rakyat di Jawa Timur hingga September ini sebanyak 400.000 ton. Sementara kebutuhan garam di Jawa Timur sebanyak 220.000 ton per tahun. (yog/yog)