Tahura: Kalau Banjir dan Longsor, Kami yang Disalahkan

197

Pasuruan (wartabromo) – Kebakaran yang melanda kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo di pengunungan Arjuna – Welirang sepekan terakhir telah menghancurkan seluas 150 hektar lahan hutan lindung. Tahura menyesalkan banyak pihak yang tidak memiliki kepedulian akan kelestarian hutan.

Selama ini tidak banyak institusi yang peduli dengan upaya konservasi kawasan hutan di kawasan pegunungan Arjuna – Welirang. Padahal sebagai kawasan lindung, seyogyanya semua pihak punya perhatian dan terlibat dalam upaya konservasi; menjaga dan melindungi hutan.

“Kalau nanti longsor dan banjir kami yang disalahkan,” kata Kepala Seksi Pasuruan -Malang Tahura R Soerjo, Gatot Sundoro.

Ia berharap aktivitas warga di kawasan hutan dibatasi hanya untuk penelitian dan kegiatan pendidikan. Sedangkan pendakian dan aktivitas lain yang membayakan kawasan harus dikendalikan.

Dikatakan Gatot, pemasukan retribusi masuk kawasan tidak sebanding dengan kerugian kebakaran hutan yang mencapai miliaran rupiah. Kawasan Tahura ditumbuhi aneka vegetasi meliputi tanaman endemik Jawa seperti Pasang, Nyampuh, Sumbung, Gempur Gunung, Manisrejo dan sebagainya.

Menanggapi hali itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko mengaku sudah menurunkan tim untuk mengidentifikasi kebakaran. Termasuk potensi bencana saat hujan, banjir bandang dan tanah longsor.

“Memang kawasan tersebut rawan longsor dan banjir,” ujar Yudha.

Pihaknya juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk mengendalian kebakaran hutan. Ia berharap segera bisa berkoordinasi dengan pihak pemangku kawasan dalam hal ini Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dalam upaya mengendalikan kebakaran hutan.

“BPBD Kabupaten Pasuruan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2 miliar. Sudah terserap sekitar Rp 1 miliar,” pungkasnya. (fyd/fyd)