Seperti Tahun Lalu, Pasuruan Carnival 2012 Tak Punya Ciri Khas

263
Foto : Dokumen/wartabromo.com

Pandaan (wartabromo) – Lagi, salah satu kegiatan rutin tahunan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pasuruan yang ke-1083 yakni Pasuruan Carnival atau Fashion on The Street tak memiliki daya greget sama sekali bahkan terkesan hanya seremonial semata.

Hal ini terlihat dari minimnya kreasi maupun penampilan yang dibawakan oleh sekitar 12 kontestan dalam kegiatan yang diselenggarakan di Taman Candra Wilwatikta Pandaan, Sabtu (14/10/2012).

Hampir tak ada satu pun peserta yang menggenakan ciri khas budaya maupun semangat lokal Pasuruan melainkan cenderung mengadopsi kreasi busana daerah lain yakni Jember Fashion Carnival.

“Dari kostumnya, hampir 80 % menyewa dari Jember. Itu yang kami sayangkan,” ujar Edy Santoso, Salah seorang pengajar SMAN 1 Kejayan yang mengikuti kegiatan tersebut.

Pria yang juga guru seni itu beranggapan selayaknya kegiatan seni semacam itu dimanfaatkan untuk menciptakan kreasi busana yang lebih original dan bukan sekedar hadir dan meramaikannya semata.

Kondisi ini patut disayangkan, pasalnya besarnya dana yang dikeluarkan oleh masing-masing peserta pun tak sedikit. Berdasarkan informasi yang didapatkan wartabromo, satu peserta untuk buat kostum saja bisa mencapai 6 juta rupiah.

Pasuruan Carnival alias Fashion on The Street sendiri sebagian besar diikuti oleh para peserta yang terdiri atas perwakilan siswa-siswi SMA/SMK se- Kabupaten Pasuruan seperti tahun-tahun lalu.

“Konsepnya belum jelas,” ujar salah seorang warga yang melihat kegiatan tersebut, kecewa. (yog/yog)