Gedung Madrasah Ambruk, PNPM : FT dan PL Kurang Jeli

256

Lekok (wartabromo) – Ambruknya bangunan Madrasah Manbaul Ulul Di Desa Tampung, Kecamatan lekok, Pasuruan diakui oleh Sekretaris Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat–Mandiri Pedesaan (PNMP-MP) Kecamatan lekok, Retno, akibat kurang jelinya para Fasilitator Teknik dan Petugas Lapangan dalam melakukan pengawasan pembangunan Madrasah tersebut.

Pasalnya, Madrasah yang juga dimanfaatkan untuk sekolah formal, TK dan Sekolah dasar tersebut ambruk setelah kurun waktu lima bulan sejak dibangun.

“Kita hanya mengucurkan dana sesuai dengan usulan. Untuk proses pengawasan itu dilakukan oleh FT (fasilitator teknik,red) dan juga PL (petugas lapangan, red),” ujar Retno pada wartabromo.

Dijelaskannya, berdasarkan usulan yang diajukan pihaknya sudah mengelontorkan dana pembangunan sebesar Rp. 187 juta untuk proyek pembangunan Madrasah yang terdiri atas tiga ruang tersebut.

“Kita sudah kucurkan dana sesuai usulan. Bahkan, kita juga sudah serah terima dengan pihak Desa,” lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, pihak fasilitator teknik (FT), Sasmito pada wartawan mengaku, pihaknya sebenarnya sudah berulang kali mengingatkan dan mengarahkan agar masyarakat desa bertanggung jawab atas pembangunan tersebut. Pasalnya, pihaknya sudah menyerahkan sepenuhnya pembangunan kepada tim desa.

“Ini kan basisnya pemberdayaan dan kita sudah sering mengarahkan dan mengingatkan agar masyarakat merasa bertangung jawab untuk membangun desa,” ujar Sasmito pada sejumlah wartawan.

Sementara itu, atas robohnya bangunan madrasah tersebut, pihak kecamatan setempat berjanji akan segera mengambil tindakan agar kejadian serupa tidak terulang. Camat Lekok Sundoro mengatakan, pihaknya akan segera berupaya agar Madrasah tersebut bisa segera diperbaiki.

“Akan segera kita lakukan dan tidak sampai seminggu akan selesai,”tegas Sundoro.

Akibat ambruknya atap bangunan Madrasah Manbaul ulum tersebut, para siswa untuk sementara terpaksa harus belajar di Mushollah. (yog/yog)