Soal Gunung Bromo, Inilah Komentar Peserta Bromo Marathon

410
Nikmati alam Bromo - Sejumlah peserta Bromo Marathon melintas di jalanan Desa di Tosari, Pasuruan. Foto : SP
Nikmati alam Bromo - Sejumlah peserta Bromo Marathon melintas di jalanan Desa di Tosari, Pasuruan. Foto : SP
Nikmati alam Bromo – Sejumlah peserta Bromo Marathon melintas di jalanan Desa di Tosari, Pasuruan. Foto : SP

Tosari (wartabromo) – Bromo marathon terbukti telah berhasil menarik perhatian para wisatawan dari berbagai dunia untuk datang ke kawasan Bromo menikamati indahnya sunrise melewati jalur Pasuruan.

Pesona sunrise atau matahari terbit yang hanya bisa disaksikan dari puncak penajakan Tosari tersebut telah membuat kegiatan charity untuk pendidikan di kawasan bromo itu sukses dengan ratusan peserta dan wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Salah satu peserta yang mengaku takjub dengan pemandangan kawasan Bromo dan desa-desa di Tosari adalah Jhon Altrick (38), salah satu peserta Bromo Marathon asal Amerika Serikat.

Pemilik salah satu minimarket di Kotanya tersebut mengaku sangat tertarik untuk menyaksikan indahnya sunrise bromo bersama keluarganya.

“Saya senang sekali berada di sini, karena bromo adalah satu dari dua gunung terindah yang ada di dunia, jadi selagi saya mengikuti lomba lari, saya juga bisa melihat aslinya gunung bromo beserta pemandangannya,” ucap Jhons pada wartabromo, Minggu (1/9/2013).

Hal yang sama juga disampaikan oleh Mia Joshue (24), turis asal Kanada yang sudah 3 hari berada di Tosari. Ia mengaku sangat senang bisa melihat gunung bromo dan mengikuti lomba bromo marathon.

“Saya telah mendapat informasi dari internet, kalau bromo memiliki keindahan yang luar biasa di pagi hari, jadi saya datang dan bergabung sekalian dengan kompetisi ini,” ujar Mia yang mengaku suka dengan keramahtamahan para penduduk di sekitar tosari.

Bromo marathon diikuti oleh 967 peserta dari 25 negara di dunia dengan mengambil start dan finish di Desa Wonokitri, Tosari, Pasuruan. (eml/yog)