Menabung Selama 10 Tahun, Tukang Becak Bisa Kurban Sapi

497
DSC_1500
Kurban Sapi – Bambang menyerahkan Sapi kepada Takmir Masjid Al-Ikhlas, Senin (14/10/2013)

Pasuruan (wartabromo) – Siapa bilang, tukang becak tak bisa berkurban. Buktinya, Bambang (51) tukang becak asal Kampung Pucangan, Kelurahan/Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan bisa berkurban Sapi dari hasilnya menabung selama kurun waktu 10 tahun.

Sapi kurban seharga Rp. 13 juta tersebut diserahkan oleh Bambang kepada pihak takmir Masjid Al-Ikhlas yang berlokasi di Kampung Pucangan Rt 04 Rw 04 Kelurahan/ Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan, Senin (14/10/2013).

Bambang mengaku, uang untuk membeli sapi kurban tersebut didapatnya dari hasil mengayuh becak selama ini. Ia dengan telaten mengumpulkan lembar demi lembar uang hasil jerih payahnya di lubang kecil jok bangku becak yang dibuatnya.

“Setiap kali mendapatkan uang mbecak, saya masukkan ke lubang kecil jok ini,”ujarnya sambil menunjukkan jok ‘celengan uang’ miliknya.

Menurutnya, niatnya untuk berkurban berawal dari keterbatasan ekonomi yang dialaminya selama ini. Bapak anak satu tersebut yakin meski hidupnya pas pasan namun dengan rajin menabung dirinya pasti bisa berkurban di hari raya idul adha nantinya.

“Meski miskin, saya yakin bisa berkurban,” ucap pria yang penghasilannya sehari berkisar antara Rp. 20.000 hingga Rp. 50.000 tersebut.

Prinsip hidup tukang becak yang biasa mangkal di petigaan wiroguno tersebut pun telah dibuktikannya dengan berkurban kambing beberapa tahun silam.

“Dulu, hasil tabungan dari mbecak juga pernah tak belikan kambing mas,” tutur suami Mahmudah tersebut.

Uniknya, Sapi kurban yang disumbangkan oleh Bambang tersebut merupakan satu-satunya Sapi kurban yang diterima oleh pihak Takmir Masjid Al-Ikhlas Rt 04 Rw 04 Kelurahan Purworejo.

“Ya, tahun ini hanya Pak Bambang yang berkurban Sapi di lingkungan ini,” kata Nur Salim Jamil. (yog/yog)