Hari Cinta Puspa dan Satwa, Pengunjung TSI II Disuguhi Tari Huembilo

269
Sejumlah Penari Papua menampilkan tariannya di Restaurant Gading TSI II Prigen, Pasuruan / yogi
Sejumlah Penari Papua menampilkan tariannya di Restaurant Gading TSI II Prigen, Pasuruan / yogi
Sejumlah Penari Papua menampilkan tariannya di Restaurant Gading TSI II Prigen, Pasuruan / yogi

Prigen (wartabromo) – Para pengunjung Restaurant Gading Taman Safari Indonesia II Prigen, Pasuruan mendapatkan sajian hiburan istimewa dari komunitas Papeda saat makan siang, Sabtu (2/11/2013).

Sejumlah mahasiswa asal Papua menghibur mereka dengan tarian asal papua yang diberi nama Huembilo. Tarian yang digunakan oleh masyarakat Papua untuk menyambut tamu kehormatan.

Sajian istimewa tersebut sengaja dihadirkan dalam rangka Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2013 yang telah menetapkan Pohon Sagu (Metroxylon Sago ) sebagai Puspa Nasional 2013 serta Hiu Gergaji ( Pristris Microdon ) sebagai satwa Nasionalnya. Keduanya merupakan Flora dan Fauna asal Pulau Indonesia Bagian Timur ( Papua).

“Jika biasanya tari Huembilo diiringi alat musik tradisional Papua, pada penampilan kali ini diiringi instrumental gitar oleh gitaris Dodi Hernato alias Mr. D,” ujar Humas TSI II Prigen, Idham Rustian.

Menurut Idham, sembari menikmati tarian dan alunan musik Papua, para pengunjung juga bisa menikmati makanan khas Papua yakni Papeda.

“Papeda itu makanan pokok masyarakat papua terbuat dari tepung sagu,” ujar Alex Kanat salah satu penari dari komunitas tari Papeda.

Cara membuatnya, lanjut Alex, tepung sagu dibuat dengan cara menokok batang sagu dan menyajikannya bersama kuah kuning yang terbuat dari ikan tongkol atau ikan mubara serta dibumbui kunyit dan jeruk nipis.

“Event kampung Papua ini akan kita selenggarakan mulai hari ini 2 November hingga 5 November 2013,” promo Idham Rustian. (yog/yog)