Menang lomba Pidato Bahasa Jepang Gara-gara Gemar Chatting

1476

lomba-pidato-bahasa-inggrisPandaan (wartabromo) – Berbekal pengalamannya sering Chatting dengan warga Jepang, Crisma Chilka Permata, siswi SMAN 1 Pandaan akhirnya sukses menjadi juara lomba pidato bahasa jepang se-Jawa Timur yang diselenggarakan oleh MGMP Bahasa Jepang Jawa Timur dan The Japan Foundation Jakarta pada 14 Januari 2014 lalu.

Gadis yang kini duduk dibangku kelas XII Bahasa itu akan mewakili Propinsi Jawa Timur, dalam Pekan Budaya Jepang Tingkat Nasional, yang digagas oleh Dirjen Pembinaan Pendidikan Menengah pada Kementerian Pendidikan Nasional dan The Japan Foundation, di Aula RRI Jakarta, 8 pebruari 2p1r mendatang.

Saat ditemui wartabromo di sekolahnya, Crisma menceritakan isi di balik judul pidato bahasa jepang yang dibuatnya “Atatakai Kokoro Wa Aisatsu Kara” atau dalam bahasa indonesia berarti “Kehangatan Hati Diawali Dari Salam”.

Sekitar oktober tahun 2013 lalu, Crisma yang sering bermain game Ameba Pig berusaha berkenalan dengan salah seorang remaja perempuan asal Jepang yang bernama Okio. Sayang, usahanya tak pernah membuahkan hasil, karena tak ada respon sama sekali dari gadis itu.

“Saya terus mengucapkan selamat malam berkali kali, akan tetapi tidak digubris, sehingga sempat membuat saya putus asa dan menyudahi chatting saya dengan dia,” ungkap Crisma.

Beruntung, Crisma langsung meminta bantuan Guru Bahasa Jepang di sekolahnya, Imad Faiz, untuk berkonsultasi seputar permasalahan yang menimpanya. Gayung pun bersambut, Sang Guru meminta Crisma untuk tidak menyerah berkenalan, dengan cara mengucapkan salam hingga memperkenalkan diri.

“Orang jepang sangat menghargai apa itu sebuah salam, karena bagi mereka, kehangatan hati selalu diawali dengan salam. Maka dari itu, saya terus mendorong Crisma untuk mengucapkan salam sekalian menyebutkan nama lengkap dan asal negara,”kenang Imad.

Setelah beberapa kali mengulangnya, Gadis Jepang itupun membalas chatting Crisma, hingga akhirnya bersahabat hingga sekarang.

Pengalaman Crisma itulah yang akhirnya memunculkan ide untuk dijadikan ide dalam pidato bahasa jepangnya.

“Saya sendiri pernah ke Jepang selama beberapa bulan. Itu menjadikan pengetahuan bagi saya soal budaya dan adat istiadat yang ada di jepang, termasuk salah satunya tentang kebesaran sebuah salam,” akunya bangga.

Sementara itu, Achmad Zainal Pribadi, Kepala SMAN 1 Pandaan mengaku bangga dengan prestasi yang diraih oleh anak didiknya. Menurutnya, pihaknya telah menyiapkan reward tersendiri bila menang di tingkat nasional nantinya.

“Saya optimis anak didik saya akan menjadi pemenang, karena dia termotivasi untuk bertemu dengan teman chattingnya. Selain itu, kami juga pasti akan memberikan penghargaan khusus untuk seluruh anak saya yang berprestasi, baik di tingkat kabupaten hingga jenjang yang lebih tinggi,”janji Zainal saat ditemui di sekolahnya. (eml/yog)