Mengenal Tulami, Si Penjaga Makam Bupati Probolinggo

773

Tulami-Penjaga-Makam-BupatiMayangan (wartabromo) – Salah satu komplek makam bersejarah di Probolinggo adalah Komplek makam di jalan dr Muh. Saleh nomer 46 Kelurahan Sukabumi Kecamatan mayangan Kota Probolinggo. Di sini, disemayamkan Bupati Probolinggo ke-2 yakni Raden Djojonegoro.

Komplek makam ini selalu terlihat bersih lantaran ada penjaga makam yang selalu rajin membersihkannya yakni seorang perempuan tua berusia sekitar 74 tahun bernama Tulami.

Hampir setiap hari, Tulami selalu berusaha membuat makam tempat bersemayamnya pejabat ini bersih. Dibantu keponakannya yang bernama Jakfar, perempuan yang ditinggal mati oleh suaminya ini dengan setia menjaga makam sejak usainya masih muda yakni sekitar tahun 1970 silam.

“Saya menjaga makan ini sejak tahun 1970,”ujar perempuan beranak satu ini pada wartabromo.

Baca Juga :   Aksi Bela Islam, Alumni Santri Sidogiri Diminta Gerak Batin Bersama

Bagi janda yang ditinggal mati suaminya sekitar tahun 2012 ini, menjaga makan para pejabat adalah suatu kehormatan. Sebab, di kompleks ini terdapat makam ratusan pejabat setingkat bupati hingga camat.

“Yang jelas disini ini adalah makam para raden, selain itu tidak boleh dikubur di sini,” terangnya.

Namun demikian, meski berstatus sebagai penjaga makam pejabat leluhur di probolinggo, upah yang diterima oleh Tulami tidak sebanding. Menurutnya, ia hanya menerima sebesar Rp. 150 perbulannya. Itu pun, diberikan setiap tiga bulan sekali.

“450 per tiga bulan. Saya tidak tahu sumbernya. Yang jelas dari Pemkab Probolinggo” katanya polos.

Kini, fisiknya sudah tidak mampu lagi menyapu makam seluas 500 meter persegi tersebut. Ia dibantu keponakannya bernama Jakfar untuk membersihkannya.

Baca Juga :   Sebelum Tutup Usia, Maskot Persekabpas itu Terima Undangan Sea Games 2018 Support Timnas

“Saat upah keluar, dibagi dua,” terang Tulami dengan mata berbinar.

Meski hanya berpenghasilan rendah, Tulami tidak pernah menuntut upah yang layak. Ia sudah merasa sangat bersyukur dengan rejeki yang ia dapat.

“Mungkin pemerintah tidak punya cukup uang menaikkan upah saya. Yang penting hidup saya bermanfaat,”ujarnya.

Untuk menopang biaya hidup sehari-hari, tak jarang Tulami sering mendapatkan uang jasa dari para peziarah setiap hari kamis malam jumat.

“Kadang diberi 10 ribu, kadang 20 ribu,”akunya.

Tulami hanya berharap agar makam ini terus dijaga pemerintah. Sebab, tokoh-tokoh yang dikebumikan di makam ini adalah sosok yang membangun Kota dan Kabupaten Probolinggo.

“Saya hanya berharap pemerintah bisa memperbaiki makam-makam yang rusak. Mengecat tembok dan memperbaiki yang rusak,”harapnya. (rhd/yog)