Kapolda Jatim : M. Syukron Kelompok Nadzir dan DPO Polres Banyuwangi

578
pelaku-peledakan-pasuruan
M. Syukron semasa hidup / istimewa

Bugul Kidul (wartabromo) – Meledaknya rumah Muhammad Syukron di Jalan Rambutan Gang 3 Blok C-8 nomer 4 Kelurahan/Kecamatan Bugul Kidul Kota Pasuruan menguak semua tabir profesi Pria Kelahiran Ngemplak rejo Kota Pasuruan tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengembangan polisi, M. Syukron diduga menjalani bisnis ilegal pembuatan detonator rakitan bom ikan sejak lama. Bahkan, pria yang tewas dalam ledakan di rumahnya, Rabu (12/2/2014) sore tersebut termasuk dalam jaringan Achmad Nadzir, pelaku utama ledakan bom ikan di rumah H. Ilham warga Perumahan Anggrek Kota Pasuruan yang menewaskan 3 orang pada Agustus 2007 silam.

“Sukron ini kelompoknya Nadzir. Jadi ia jual beli. Menjual detonator rakitan dan yang kedua, bondet,” terang Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Unggung Cahyono, Kamis (13/2/2014).

Menurutnya, jual beli detonator rakitan dan bom ikan yang dilakukan oleh M. Syukron tersebut sudah dilakukan bertahun-tahun dengan jaringan antar daerah termasuk diantaranya wilayah Banyuwangi. Bahkan dari data kepolisian, Syukron termasuk DPO Polres Banyuwangi sejak tahun 2009 silam.

“Jadi Syukron ini, DPO-nya Polres Banyuwangi dalam hal yang sama, masalah detonator dan bondet,”terang Unggung.

M. Syukron sendiri selama ini kenal oleh warga Perumnas Bugul Permai Blok C-8 nomer 4 RT 3/RW 5 sebagai sosok yang tertutup. Ketua RT 3, I Nengah Dania (56) mengatakan jika pria yang sebelumnya hanya mengontrak di rumah tersebut sempat mengaku berprofesi sebagai penjual ikan. Ia sudah tinggal selama 1,5 tahun di komplek Perumnas Bugul Permai namun dirinya jarang bergaul dengan warga sekitarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, M. Syukron dan adik iparnya, Adi Suyitno ditemukan sudah tewas tertimbun reruntuhan bangunan rumahnya, Rabu (12/2/2014) malam.Ledakan dahsyat yang ditimbulkan dari detonator rakitan buatannya telah meluluhlantakkan rumah tinggalnya. Jenazah Korban pun dimakamkan di TPU Gadingrejo Kota Pasuruan usai diotopsi oleh pihak RSUD dr R Soedarosono Kota Pasuruan, Kamis (13/2/2014) siang.

Ayah Sukron, H. Muqodas (62) yang hadir di pemakaman sempat mengaku tak percaya jika Putranya tersebut adalah pembuat bom ikan dan detonator rakitan, pasalnya anaknya mengaku bekerja sebagai penjual air mineral isi ulang. (yog/yog)