Desa Ini 9 Tahun ‘Dibiarkan’ Tanpa Carik

702

pemkab pasuruanGondangwetan (wartabromo) – Kepala Desa Wonojati Kecamatan Gondangwetan, Pasuruan,┬áJunaidi sekitar tahun 2010 lalu memimpin Pemerintahan Desa tanpa didampingi oleh Sekretaris Desa alias Carik.

“Carik yang lama sudah pensiun karena faktor usia. Di sini sudah kosong sejak tahun 2005,” ujarnya.

Desa Wonojati merupakan salah satu desa dari sekitar 125 Desa yang tidak memiliki sekretaris Desa alias Carik. (Baca : Pemkab Pasuruan Kesulitan Cari Pak Carik)

Untuk membantu dirinya melakukan penataan administrasi di Desa, seorang Kaur Umum bernama Karimun diminta secara maksimal menggantikan tugas Sekretaris Desa. Ia dikenal cukup rajin dan ulet serta memiliki loyalitas yang cukup tinggi.

“Sebenarnya saya ingin meminta agar segera ada pengangkatan Sekdes di sini, tapi katanya menunggu kebijakan dulu,” tambahnya.

Baca Juga :   Warga Kejayan Tolak Pembangunan Menara Sutet Milik PLN

Karimun pun melaksanakan tugasnya dengan baik. Meski ia memiliki keterbatasan lantaran tak bisa mengoperasikan komputer alias gaptek.

“Kalau yang berhubungan dengan komputer, saya dibantu oleh Kaur Pemerintahan,” kata Karimun yang saat itu sedang ikut nimbrung di balai desa.

Lantaran dibebani tugas yang cukup banyak, pihak Desa pun berinisiatif untuk memberikan honor tambahan bagi Karimun selain hak untuk mengelola tanah kas desa seluas 1 Hektar.

“Saya dapat tambahan sebesar 100 ribu per bulan,” terangnya.

Sebelumnya diwartakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Pasuruan mengaku masih kesulitan untuk mengisi kekosongan jabatan Sekretaris Desa (Sekdes) alias Pak Carik untuk ratusan desa yang tersebar di 24 Kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Kekosongan Sekdes tersebut rata-rata diakibatkan oleh Sekdes sebelumnya yang telah memasuki purna tugas.

Baca Juga :   86 Pegawai Pemkab Probolinggo Bolos di Hari Pertama 2018

Untuk mencari Sekdes sendiri tidak mudah lantaran berbagai problem misalnya, Sekdes harus bisa satu hati dan memiliki kecocokan dengan Kepala Desanya serta sedapat mungkin harus bertempat tinggal di desa setempat. (yog/yog)