Sebelum Tenggelam, Perahu Pemancing Mengalami Kebocoran

643

ilustrasi cuaca burukProbolinggo (wartabromo) – Sebelum tenggelam, Perahu Jungkong yang sempat dihantam ombak ternyata mengalami kebocoran lantaran sempat menabrak Bambu Jaring ‘Benjeng’ di perairan utara Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Probolinggo.

Hal ini diungkapkan oleh Samad (48) salah seorang korban selamat asal Desa Maron Wetan.

Menurutnya, saat kejadian dirinya bersama 10 orang temannya sedang dalam perjalanan pulang usai memancing ikan dari perairan di Selat Madura.

Namun ketinggian ombak yang mencapai tiga meter membuat perahu yang mereka tumpangi mengalami kebocoran dan terombang ambing oleh ombak.

“Waktu itu mau pulang sehabis mancing di tengah laut. Perahunya itu bocor dan hilang keseimbangan,”ujar Samad korban yang selamat ketika di temui di rumahnya.

Baca Juga :   Dituding Lakukan PHK Sepihak, PT Karya Tugas Anda di Sukorejo Diunjukrasa

Mengetahui perahunya akan karam, para penumpang kemudian berhamburan berusaha menyelamatkan diri. Sebagian berenang dan sebagian lain mengapung berpegangan pada sejumlah tiang bambu penambat jaring.

“Untung, saat itu ada perahu bantuan dari nelayan yang datang,”kisahnya.

Saat tiba dibibir pantai, para pemancing hanya menyisakan 10 orang. Sementara satu orang bernama Muhammad Arif (35) dilaporkan hilang.

Para penumpang sendiri terdiri dari 9 orang warga Maron Wetan dan dua orang warga Brabe Kecamatan Maron.

“Semuanya ada 11 orang di kapal itu, bukan 9 orang,”jelas Samad.

Hingga saat ini, upaya pencarian yang melibatkan polair dan dan nelayan setempat belum membuahkan hasil. Padahal penyisiran sudah dilakukan hingga ke Bangkai perahu didasar laut selat madura.

Baca Juga :   Wisata Satwa Taman Safari Prigen Juga Dipadati Pengunjung di Hari Libur Panjang

Diperkirakan jasad korban terbawa arus gelombang tinggi, sehingga sulit terdeteksi kendati demikian proses pencarian korban akan terus dilakukan selama tiga hari ke depan. (rhd/yog)