Kecewa Sikap Tak Ramah Perawat RSUD Bangil

1040

rsud-bangilBangil (wartabromo) – Disaat pemerintah menggalakan moto pelayanan prima, justru kabar tak sedap datang dari Rumah Sakit Umum Daerah Bangil Pasuruan. Pasalnya rumah sakit milik pemerintah daerah Kabupaten Pasuruan ini dianggap tidak memperhatikan kebutuhan warga miskin serta semena-mena terhadap pasien.

Hal itu dialami Siswoyo (34) keluarga pasien ketika mengurus pengobatan di RSUD Bangil.

Kepada wartawan Siswoyo mengungkapkan, pengalaman pahitnya, ketika Ibu kandungnya Tiamah (76) warga Dusun Wonolilo Desa Wonosari Kecamatan Gempol sedang menjalani pengobatan di rumah sakit setempat.

Dikatakannya, pada hari Minggu (19/10/2014) Tiamah menderita penyakit batu ginjal dan menjalani perawatan di ruang Anggrek no. 8 (ruang kelas satu).

Selama perawatan, pelayanan diterima seperti biasa. Namun, setelah menjalani perawatan selama hampir satu minggu, pihak keluarga memutuskan untuk membawa pulang dan memilih rawat jalan.

Baca Juga :   Bromo Kom Challenge 2019, Mampir Gor Untung Suropati Lanjut ke Wonokitri

Pada hari Jumat, (24/10/2014), sekira pukul 13.30 wib Siswoyo pun menyelasaikan seluruh pembayaran administrasi biaya rawat inap dan pengobatan. Setelah pembayaran selesai Siswoyo dibantu Istrinya bermaksud membawa pulang Tiamah, namun karena kondisi Tiamah lemah, Siswoyo menyuruh istrinya untuk meminjam tempat troli pasien kepada perawat.

“Istri saya tak suruh minta bantuan perawat dan pinjam tempat tidur (troli) buat bawa ibu saya ke tempat parkir” cerita Siswoyo.

Namun para perawat yang sedang jaga kala itu justru tidak merespon atau pun melakukan tindakan. Setelah menunggu sekitar 30 menit, baik perawat maupun troli yang ditunggu tidak juga datang, sehingga Siswoyo memutuskan untuk membawa ibunya keluar ruangan dengan cara menggendong.

Baca Juga :   6 Butir Peluru Lumpuhkan Begal Motor di Pasuruan

Didorong rasa kesal, sewaktu keluar dari ruang perawatan, dengan menggendong ibunya, dihadapan para perawat Siwoyo berkata,

“Begini ya pelayanan RSUD” terang Siswoyo.

Sesampainya diparkiran, pasien Tiamah mengalami droop, sehingga diputuskan untuk ke IGD.

“Sampai dimobil ibu saya droop, mungkin saja kecapean karena kugendong” ucap Siswoyo.

Diliputi perasaan kecewa atas pelayanan RSUD, diruang IGD Siswoyo menyampaikan maksudnya bahwa ibunya akan dipindah ke RS swasta.

“Saya sampaikan maksud pindah rumah sakit, eee malah mereka (perawat) meninggalkan ibu saya dan ada yang bilang, silahkan” pungkas Siswoyo.

Sambil mengelus dada, Siswoyo mengaku sangat kecewa. Menurutnya, sangat ironi apabila pelayanan di ruang kelas I RSUD Bangil tidak maksimal, bagaimana dengan pelayanan pasien yang dikelas 2-3 atau pasien BPJS?. (ryn/yog)