Pukau Candi Sumber Tetek

482
Setiap hari Candi Sumber Tetek selalu dikunjungi wisatawan/M Athuf al-Fayyadh Fth/wartabromo.com

Gempol (wartabromo) – Pesona Candi Sumber Tetek berada di Dusun Belahan, Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Pasuruan, kian memukau para wisatawan. Setiap hari, candi peninggalan Prabu Airlangga di Lereng Gunung Penanggungan tidak pernah sepi dari pengunjung.

Keberadaan arca Dewi Laksmi dan Dewi Sri di candi yang dibangun pada abad XI ini menjadi daya tarik utama. Meski struktur candi tidak utuh dan banyak sudah jadi puing, namun candi Sumber Tetek tetap mempesona.

Air segar dan jernih yang keluar dari puting arca Dewi Laksmi menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan. Apalagi, terdapat mitos bahwa air yang bersumber dari pegunungan di atasnya tersebut berkhasiat obat dan menjadikan awet muda.

Pancuran air dari tetek Laksmi ditampung dalam kolam berukuran 5 X 6 meter persegi, dengan kedalaman setinggi lutut orang dewasa. Selain menikmati indahnya suasana pegunungan, membasuh muka, tangan dan kaki bahkan mandi di pancuran seperti wajib hukumnya. Banyak juga pengunjung yang merendam diri di kolam.

Rabu (29/10/2014), pengunjung dari berbagai tempat datang ke candi yang biasa disebut Belahan ini. Mereka datang untuk mandi atau sekedar membasuh wajah dengan air yang keluar dari payudara arca Dewi Laksmi.

“Saya dari Surabaya datang bersama keluarga,” kata Riyanto, pengunjung yang datang bersama belasan anggota keluarganya.

Selain dari Surabaya, pengunjung banyak yang datang dari Sidoarjo, Gresik dan Mojokerto serta dari Pasuruan sendiri. Mereka rata-rata tertarik dengan mitos bahwa air Sumber Tetek berkhasiat obat dan bisa membuat awet muda.

“Sebenarnya saya ingin mandi, cuma nggak bawa ganti baju. Ya akhirnya membasuh muka” kata Mufidah Oktavia (25), pengunjung asal Kejayan, Kabupaten Pasuruan.

Ia mengaku sudah lama ingin datang ke Sumber Tetek. Namun karena jalan menuju candi tersebut rusak, ia mengaku malas dan baru kesampaian datang bersama teman-temannya.

Selain mandi dan berbasuh, pengunjung juga minum air dari tetek Dewi Laksmi. Tak jarang yang pulang membawa air.

Warga sekitar juga memanfaatkan air Sumber Tetek untuk mandi, minum dan keperluan lainnya. Mereka mempercayai air tersebut sebagai sumber kesuburan dan kehidupan.

Meski banyak digandrungi, pengunjung yang datang ke candi di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut ini terbatas karena akses jalan yang rusak.

Selain jalan yang jelek, fasilitas seperti MCK dan ruang ganti baju juga tidak memadai, padahal pengunjung yang datang ke candi ini rata-rata ingin mandi dan mereka membutuhkan tempat untuk berganti pakaian. Hal itu menunjukkan candi eksotik ini tidak tersentuh oleh pemerintah.

Padahal jika dikelola dengan baik, pengunjung akan semakin bertambah sehingga bisa meningkatkan ekonomi warga sekitar, terutama pada pedagang di sekitar candi. (fyd/fyd)