Tak Mau Merugi, Angkot Pasuruan Pasang Tarif Baru

676
Sejumlah angkotmenunggu penumpang di alun-alun Kota Pasuruan/wartabromo.com

Pasuruan (wartabromo) – Para pengemudi angkot Pasuruan menaikan tarif meski belum ada ketentuan resmi dari pemerintah. Hal itu dilakukan untuk menutup biaya operasional yang kian membengkak seiring kenaikan harga BBM subsidi.

Tarif angkot jauh-dekat naik menjadi Rp 4.000 dari sebelumnya Rp 3.000. Namun untuk pelajar, masih menggunakan tarif lama Rp 2.000.

“Sebenarnya kami tak ingin menaikan tarif, apalagi belum ada ketentuan resmi. Tapi kalua nggak kini nggak dapat apa-apa,” kata Wanto (35) seorang sopir angkot di seputaran alun-alun Kota Pasuruan, Rabu (19/11/2014).

Sebelum harga BBM naik, penumpang angkot sudah menurun. Dengan naiknya tarif, penumpang semakin sepi.

Wanto mengatakan sejak berangkat narik mulai pukul 06.00 hingga pukul 13.00 ia hanya mendapat sepuluh penumpang dan mendapatkan Rp 30.000.

“Itu belum dikurangi biaya bensin sebesar Rp 20 ribu untuk putar-putar,” ujar pria berkumis tipis ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Pasuruan, Rudianto, membenarkan jika tarif masih belum diberlakukan secara resmi.

“Belum ada kebijakan tarif, kami masih rapat dengan pemprov, mungkin Jumat atau paling lambat hari Senin kita akan rapat Organda dan Primkopangda,” ujar Rudianto.

Meski demikian pihaknya tak bisa memberi sanksi angkot yang nekat menaikan tarif. Namun pihaknya akan tetap melakukan pengawasan agar kenaikan tarif masih dalam kewajaran.

Untuk diketahui terdapat 250 angkot yang tergabung dalam Primer Koperasi Angkutan Darat (Primkopangda) selaku pihak pengelola koperasi angkutan umum Kota Pasuruan. (fyd/fyd)