20 Pelajar Pasuruan Disiapkan Belajar ke Negeri China

188

image

Pasuruan (wartabromo) – The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa asal Kabupaten Pasuruan untuk bisa melanjutkan pendidikan S1-nya ke Negeri Tiongkok China.

Direktur Seameo, Gatot Hari Priowirjanto mengatakan, kesempatan tersebut diberikan seluas -luasnya kepada para pelajar yang baru lulus tingkat menengah atas di Indonesia untuk bisa melanjutkan pendidikannya di luar negeri terutama di kawasan Asean.

“Ini merupakan kesempatan anak – anak di Jawa Timur untuk melanjutkan pendidikannya ke luar Negeri. Kita berharap ada peningkatan jumlah menjadi dua kali lipat dari tahun lalu, ” tambah Gatot H.P di sela- sela kegiatan sosialisasi dan seleksi penerima beasiswa bersama Seameo – Seameloc di Pendopo Kabupaten Pasuruan, Kamis (2/7/2015).

Dijelaskannya, program pendidikan tersebut telah berlangsung dari tahun ke tahun dan diikuti oleh ratusan pelajar asal Indonesia. Menariknya, Propinsi Jawa Timur merupakan wilayah dengan jumlah pelajar terbanyak yang dikirim ke negara – negara Asean.

“Jawa Timur terbanyak, termasuk Kabupaten Pasuruan. Kita berharap tahun ini ada peningkatan dua kali lipat,” urainya.

Selama ini, lanjutnya, organisasi internasional yang dimaksudkan untuk memajukan kerjasama di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan di daerah Asia Tenggara ini telah menjalin kerjasama dengan negara – negara seperti Korea, China dan Jepang.

“Untuk China, kuota kita belum terpenuhi yakni 10 ribu per 10 tahun. Makanya, saya berharap jawa timur tahun ini kalau bisa 300 pelajar, ” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Iswahyudi saat dikonfirmasi terpisah mengatakan, dari 40 pelajar tingkat menengah atas yang diseleksi akan dipilih 20 pelajar terbaik untuk menerima beasiswa belajar ke negeri china.

“Memang bisa dua kali lipat, namun yang mendapatkan beasiswa dari Pemerintah daerah hanya 20 anak saja. Masing – masing akan mendapatkan beasiswa 12 juta per anak, ” tegas Iswahyudi. (yog/yog)