Mangga Gadung Klonal 21 Pasuruan Siap Go Internasional

0
146

image

Pasuruan (wartabromo) – Mangga Gadung Klonal 21 asli Kabupaten Pasuruan siap masuk wilayah Global Good Agricultural Practices (GAP).

Hal tersebut ditegaskan Ichwan, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan, saat ditanya perihal kesiapan Mangga Gadung Klonal 21 menuju pasar internasional, Kamis (27/8/2015).

Menurutnya, seluruh proses untuk menuju Global GAP sudah dilewati, yakni penerapan sistem sertifikasi proses produksi pertanian yang menggunakan teknologi maju ramah lingkungan dan berkelanjutan. Hal ini dilakukan agar produk panen aman konsumsi, kesejahteraan pekerja diperhatikan dan usaha tani memberikan keuntungan ekonomi bagi petani.

“Kita hanya tinggal menunggu keputusan dari dunia internasional. Semua proses sudah kita selesaikan, mulai dari teori hingga penerapan di lapangan,” kata Ichwan.

Sampai saat ini, Pemkab Pasuruan hanya tinggal melengkapi beberapa dokumen yang harus diperbaiki. Misalnya penjelasan tentang jumlah produksi mangga dalam satu tahun, teknik pemupukan, hingga ketentuan dalam hal memanen mangga yang tumbuh dan berkembang di Kecamatan Rembang dan Sukorejo itu.

“GAP merupakan salah satu Non-Tariff Barrier (NTB), diperkenalkan pertama tahun 2000 atas bahan pangan segar (sayur dan buah) di Uni Eropa. Indonesia sejak 2003 telah memiliki ketentuan GAP Sayuran, dan telah diakui internasional sebagai INDOGAP (2004). Secara berangsur semua produk bahan pangan yang diperdagangkan secara global dipersyaratkan (voluntarily) memiliki sertifikat GAP. Oleh karenanya, mangga kita siap untuk mendunia,” ungkapnya.

Seperti diketahui, kawasan tanaman mangga gadung klonal 21  di Kabupaten Pasuruan mulai berkembang sejak tahun 1994 melalui program Pembangunan Pertanian Rakyat Terpadu, dan sekarang berkembang sebanyak 2.250 Ha dengan jumlah tanaman 337.375 pohon didukung dengan pusat pemasaran lokal, regional dan nasional.

“Seluruh program yang bermuara pada peningkatan kualitas mangga gadung klonal 21 akan terus dipertahankan hingga “cap” mangga gadung klonal 21 benar-benar meluas sampai mancanegara. Itulah yang menjadi target kita ke depan,” imbuhnya. (eml/yog)