Kredit Motor Akhirat

669

Alhamdulillah, kesejahteraan rakyat Indonesia sudah mulai meningkat.Buktinya setiap kepala sudah punya sepeda motor.Patut kita syukuri juga, mental rakyat Indonesia sudah mulai bangkit, terbukti, setiap orang sudah berani puyeng setiap ahir bulan untuk membayar cicilan kreditan sepeda motor. Itu perlu diapresiasi.

Apalagi prestasi-prestai lain, khususnya prestasi anak-anak muda. Karena dukungan sarana dan prasarana mulai memadai, jalan aspal di pelosok-pelosok dusun sudah layak, motor sudah dimiliki setiap bocah, dan Alhamdulillah, orang sudah tidak terlalu kolot untuk mencampuri utusan orang lain, prestasi para pembalap amatir patut dibanggakan. Seperti di Jepang, kita telah memuja kecepatan—belum keselamatan—maka setiap orang adalah pembalap di kota ini. Kantor Jasa Raharja sampai sibuk mengalokasikan dana untuk program ini.Kita juara internasional dalam jumlah orang modar di jalanan karena kecalakaan lalu lintas.

Kreatifitas masyarakat menyangkut bidang otomotif makin meningkat bahkan hingga merambah bidang sosial, budaya, ekonomi dan moral.Hanya orang Indonesia yang bisa memodifikasi knalpot motor bersuara helikopter. Jepang sebagai pembuat aslinya saja tak mampu memodifikasi secanggih itu.Knalpot bisa dimodif hingga bisa mengeluarkan suara meriam karbit.Bisa meledak setiap beberapa menit dikendarai.

motorrr

Okelah, Alhamdulillah,ehinna lillahi wa inna ilaihi rajiuun untuk itu. Karena kita sudah bisa mengkredit motor setiap kali di-launchingoleh dealer, sudah saatnya kita mengkredit “sepeda motor” untuk kita kendarai di ahirat sana. Kita sepakat jika ahirat itu ada meski belum ke sana. Maka mengkredit motor—kalau bisa membeli cash—di ahirat kiranya jauh lebih penting dari motor di dunia ini. Sebab motor ahirat itu sangat pasti kita gunakan untuk hal-hal baik semata. Bukan untuk kita gunakan membolos sekolah ke Umbulan lalu berbuat tidak senonoh di rimbunan pisang di sana. Bukan untuk membolos dari kantor pada saat jam kerja, padahal motor kita berpelat merah. Bukan untuk balap liar.Bukan untuk mengantar pacar ke klinik aborsi.Bukan untuk keliling menjajakan asongan pil koplo dan bukan pula untuk mengantar teman ke dukun lintrik untuk mengguna-guna istri tetangga.

Motor akhirat akan kita kendarai dari kuburan di mana kita dibangkitkan menuju alam Makhsyar.Jauhnya, tak ada yang bisa mengetahui secara pasti karena sudah melampaui ukuran kilometer manusia paling ahli ilmu ukur sekalipun.Medannya sangat berat.Karena tanah saat itu sudah diganti dengan tembaga yang sangat baik menyarap panas, sementara matahari sudah diturunkan.Hanya sekitar satu mil di atas kepala kita.Siapa pun sangat enggan berjalan menuju Makhsyar dengan keadaan seperti itu.Apalagi, orang dengan perbuatan buruk tertentu di dunia, menderitaan kebuataan saat itu.Para peminum khamr, baik yang cair, bubuk, butiran atau hanya asap menderita semacam busung lapar. Perutnya menggelantung hingga tanah, berisi ular, kalajengking dan binatang-binatang berbisa yang menyengat dari dalam. Dengan rasa putus asa, setiap orang mogok, tak mau berjalan sejengkal pun ke arena eksekusi di arena Mizan atau pertimbangan amal sana. Namun, malaikat—sesuai perintah Allah—tidak kekurangan akal. Kita akan digiring dengan api sehingga tunggang-langang. Nah, dengan keadaan panik dan sulit demikian motor ahirat akan sangat membantu.

Ustadz Karimun bilang, kendraan ahirat itu adalah binatang kurban yang kita sembelih pada hari raya Idul Adha.“ Sapi, ukurannya seperti Avanza, bisa memuat tujuh orang sekaligus. Kalau sapinya gemuk, sehat dan dibeli dengan uang halal, bisa juga naik menjadi Lamborgini.Kalau eman mau menyembelih sapi, kambing juga boleh.Tapi hanya jadi Vixion.Kambing kurus jadi motor bebek.Kambing kurus, kudisan dan bengek, jadi Yamaha 75 atau Honda 800.Terserah mau pilih yang mana” katanya ketika ngopi di warung Cak Manap.

“ Apa boleh kurban pakai ayam, mentok atau banyak?” tanya Cak Mukri.
“ Boleh. Kurban telur juga boleh. Tapi kok medit temensama diri sendiri? Masa di ahirat naik odong-odong atau becak motor?” | Penulis : Abdur Rozaq