7 Pabrik Diinvestigasi Walhi Terkait Pencemaran Sungai Wangi

823
Kondisi Sungai Wangi yang berbusa beberapa waktu lalu

Pasuruan (wartabromo) – Pencemaran Sungai Wangi di Beji, Kabupaten Pasuruan yang diduga dilakukan oleh sejumlah pabrik, menjadi perhatian kalangan aktivis lingkungan. Aktivis lingkungan dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) juga tidak ingin ketinggalan.

Bahkan Walhi yang sudah bersiap mendampingi masyarakat di sepanjang aliran Sungai Wangi tersebut, tengah merencanakan sejumlah langkah investigasi.

“Sebagai langkah awal, untuk basis investigasi, kami akan mulai dengan pencarian tujuh dokumen amdal (analisa mengenai dampak lingkungan) serta dokumen tata ruang keberadaan pabrik-pabrik di sepanjang Sungai Wangi,” kata Rere Kristanto, Manager Program Walhi Jatim kepada wartabromo.com, Rabu (16/9/2015).

Disampaikan, dari keterangan masyarakat sekitar aliran Sungai Wangi, terdapat sebanyak tujuh perusahaan. Agar memperoleh hasil yang maksimal, investigasi harus dilakukan pada tujuh pabrik yang ada.

Ketujuh pabrik tersebut, PT Bumi Pandaan Plastik, PT King Dragon Net, CV Hikmah Bahagia Sejati, PT Behaestex, PT Setia Pesona Cipta, PT Aneka Tuna Indonesia dan CS2 Pola Sehat.

“Setelah memperoleh basis investigasi, selanjutnya bisa diambil contoh-contoh air dari ketujuh pembuangan limbah pabrik itu. Selanjutnya contoh air dicek ke laboratorium untuk diketahui seberapa jauh pencemaran terhadap Sungai Wangi,” urai Rere.

Pencemaran Sungai Wangi oleh limbah sejumlah pabrik kembali mencuat dengan adanya petisi yang ditujukan kepada Bupati Pasuruan, M Irsyad Yusuf. Petisi itu dilontarkan Seknas Jokowi-JK Jatim, relawan Jokowi-JK saat Pilpres 2014 lalu dan diminta Presiden Joko Widodo untuk tetap berjuang membela kepentingan masyarakat.

Selain Bupati Pasuruan, petisi juga ditujukan kepada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pasuruan, DPRD Kabupaten Pasuruan, Gubernur Jatim, Menteri Lingkungan Hidup RI, Presiden Joko Widodo, dan sejumlah pabrik di sepanjang aliran Sungai Wangi. (hrj/hrj).