Seknas Jokowi-JK : Warga Jenuh Dipermainkan Pencemaran Sungai Wangi

833
Ratusan warga Desa Baujeng, Kecamatan Beji saat demo ke Kantor BLH Kabupaten Pasuruan beberapa bulan lalu

Beji (wartabromo) – Pencemaran Sungai Wangi oleh limbah pabrik di sepanjang aliran sungai sekitar 4 tahun terakhir, membuat masyarakat putus harapan. Masyarakat yang dirugikan, sudah berupaya mengambil berbagai langkah untuk menyelamatkan lingkungannya, namun tidak ada hasilnya.

“Masyarakat sudah jenuh karena terus dipermainkan dengan pencemaran limbah Sungai Wangi itu. makanya kami membantu dan berupaya sekuat tenaga dengan membuat petisi,” kata Abd Wahid, Koordinator Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi-JK, Rabu (16/9/2015).

Menurut Wahid, warga di sepanjang aliran Sungai Wangi maupun anak sungainya, sudah bingung untuk bertindak. Karena berbagai upaya, protes hingga demo yang dilakukan berkali-kali, ternyata tidak membuahkan hasil.

Kondisi Sungai Wangi makin tidak wangi dengan bau busuk yang menyengat, warna air yang kotor dan lainnya. Sehingga air sungai yang dulunya banyak dimanfaatkan untuk warga, saat ini justru mendatangkan penyakit.

“Karena kebingungan masyarakat itu, makanya kami membuat petisi. Dengan petisi kami berharap mendapat bantuan dari para pemerhati lingkungan. Selain itu dengan petisi tersebut kami berharap permintaan masyarakat bisa diperhatikan,” imbuh Wahid.

Seperti diketahui, Seknas Jokowi-JK melontarkan petisi kepada Bupati Pasuruan, M Irsyad Yusuf, untuk menghentikan pembuangan limbah pabrik yang menyebabkan Sungai Wangi di Desa Baujeng, Kecamatan Beji tercemar.

Selain Bupati Pasuruan, petisi juga ditujukan kepada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pasuruan, DPRD Kabupaten Pasuruan, Gubernur Jatim, Menteri Lingkungan Hidup RI, Presiden Joko Widodo, PT CS2 Pola Sehat dan Bumi Plastik Pandaan. (hrj/hrj).